Selasa, 22 September 2015

Nguripi Ageming Aji

Nguripi Ageming Aji

Kang wus waspada ing patrap, mangayut ayat winasis, wasana wosing jiwangga, melok tanpa aling-aling, kang ngalingi kaliling, wenganing rasa tumlawung, keksi saliring jaman, angelayut tanpa tepi, yeku aran tapa tapaking Hyang Sukma.


( Dia yang sudah mengetahui jalan, menghayati tanda-tanda kebijaksanaan, menjangkau inti pribadi, telah bisa menyaksikan secara nyata, yang menghalangi telah menyingkir, benar-benar memasuki alam sunyi, terlihatlah segala keadaan, terlihat tanpa batas, itulah yang dinamakan bertemu dengan jejak Tuhan )

Mengkono janma utama, tuman tumanem ing sepi, ing saben dina rikala mangsa, mangsah amamasuh budi, lahire den tetepi, ing reh kasatriyanipun, susilo anoraga, wignya men tyasing sasami, yeku aran wong barek berag agama.


( Seperti itulah manusia utama, senang tenggelam dalam kesunyian, setiap hari ketika dia menemukan kesempatan, mempertajam dan membersihkan jiwa, setia menjalankan peran sebagai kesatria, bertindak baik, rendah hati, pandai bergaul dan membuat hati orang terpikat, itulah yang disebut orang-orang yang menghayati agama )


Agama adalah “ ageming aji “, pegangan yang baik...ajaran yang harus dipegang dengan kukuh dan dihayati agar muncul kebaikan. Agama ibarat obor..ia dipegang…dijadikan penerang, agar kehidupan kita di muka bumi ini tetap berada di jalan setapak kebenaran, tidak terperosok apalagi tersesat, dan ujungnya…kita bisa kembali kepada asal muasal sekaligus tujuan akhir kita, sangkan paraning dumadi, Dialah Hyang Tunggal, Hyang Wisesa, yang disebut manusia dengan berbagai nama: Allah, God, Elli, dan semacamnya.

Berbicara tentang kebaikan, kita mesti berbicara tentang kebaikan pada tiga dimensi: dimensi pribadi, dimensi sosial, dan dimensi semesta. Beragama yang baik, indikatornya adalah ketika ketiga dimensi yang melingkupi hidup kita itu selalu dalam keadaan baik. Baik pada dimensi pribadi, adalah bahwa kita menemukan kebahagiaan sejati, kita bisa merasakan kedamaian yang tak bercampur dengan kegelisahan, kita masuk ke dalam alam keselamatan yang tak lagi dikotori musibah. Sementara baik pada dimensi sosial, maknya kita dipersepsi baik oleh orang di sekitar kita, karena kita selalu memberikan kebahagiaan, ketenangan, rasa aman, dan keselamatan kepada mereka. Dan terakhir, baik pada dimensi semesta…kita, sebagai jagad alit, menjadi selaras dengan jagad ageng. Kita bisa merasa terhubung dengan tanah, udara, air, api…kita bisa merasa satu dengan tetumbuhan, hewan, matahari, bulan, semesta yang tak terbatas…yang wujud nyatanya, alam ini selamat dari semua kejahatan kita.

Sudahkah agama membawa kebaikan bagi kita? Harus kita sendiri yang menentukannya secara jujur. Kadang ada orang yang tahu apakah kita sudah beragama dengan baik atau belum..merekalah kaum yang waskito…tapi walau mereka tahu, mereka tak bisa mengubah nasib kita. Kita sendirilah yang harus mengubah keadaan, perjalanan hidup kita.

Dalam kenyataan hidup saat ini, di nusantara yang kita cintai ini, terlihat apa yang disebut dengan peningkatan gairah beragama. Di mana-mana orang menunjukkan semangat untuk kembali pada agama.
Sayang sekali..pada banyak kasus..kebangkitan itu hanya pada tataran artifisial. Orang ternyata baru kembali pada kulit agama…mereka seperti anak-anak di hari lebaran yang bangga ketika mengenakan baju baru tanpa peduli akan makna kembali pada fitrah dan kesucian. Seringkali..hakikat agama itu sendiri tak terlihat…Banyak orang yang ternyata bajunya saja yang sudah baju agama, tetapi dalamnya, lapisan jiwanya..belum diterangi oleh agama.

Gampang sekali mengamati fenomena di atas. Kita bisa melihat orang atau kelompok yang paling merasa beragama dan paling merasa dekat Tuhan…di kalangan mereka agama diteriakkan, Tuhan juga diteriakkan…tapi hasilnya justru orang merasa tak nyaman, merasa tak aman, dan jauh dari kedamaian.

Tanda paling jelas untuk melihat kualitas keberagamaan kita adalah dengan melihat bagaimana respons alam ini. Saat ini, mengiringi bangkitnya semangat keagamaan, ternyata alam malah menjadi tak bersahabat. Bahkan alam ini, bumi pertiwi malah berduka…jagade gonjang ganjing!

Jelas ada yang keliru! Kebaikan pada berbagai dimensinya tidak muncul ketika saat ini orang seperti telah kembali pada agama. Mengapa? Karena sesungguhnya mereka tidak kembali pada hakikat agama sebagai agama ageming aji dan aturan yang mencegah manusia dan semesta ini terperosok pada ketidakteraturan. Agama yang hanya dipahami sebagai identitas budaya, yang membuat seseorang merasa berbeda dari orang atau kelompok lainnya…Itu jelas hanya akan menciptakan keburukan pada dimensi sosial sekaligus membuat kita terputus hubungan dengan semesta. Apalagi saat ini kita juga bisa melihat banyak pihak mengulang pola yang sudah lama mewarnai Nusantara maupun berbagai belahan dunia: memanipulasi agama, baik sengaja maupun tak sengaja. Ketika agama dimanipulasi, agama dijadikan topeng untuk ambisi, hasrat, dan obsesi rendah. Jelas, pada tataran sosial yang terjadi adalah kekacauan, pada tataran alam yang muncul adalah bencana.

Jika kita mau agama kita memberikan kebaikan yang utuh..maka apa yang dituliskan dalam Serat Wedatama di atas layak jadi pegangan. Kita mulai belajar menjalani agama sebagai petunjuk untuk memasuki alam kesunyian, alam pertemuan dengan Dzat Yang Maha Misteri. Langkah praktisnya adalah menekankan aspek agama sebagai petunjuk tentang perilaku yang baik: agama sebagai pedoman akhlakul karimah ( budi pekerti luhur ). Berbagai ritual agama, ditempatkan pada konteks riyadhoh, pelatihan, agar diri ini bisa terkendalikan, dan kemudian, bisa terbiasa untuk berbuat baik kepada diri sendiri, kepada Yang Mencipta kita, dan kepada sesama ciptaan.

Pada posisi beragama seperti yang diajarkan dalam Serat Wedhatama, arogansi dalam beragama, yang muncul dalam kebiasaan mengaku-ngaku sebagai satu-satunya kelompok yang pantas menjadi kekasih Tuhan, satu-satunya umat yang selamat dan bisa menikmati surga..harus disingkirkan. Itu harus diganti dengan kerendahan hati..dengan sikap diam dalam ketekunan menjalankan laku prihatin. Keberagamaan kita tidak lagi disampaikan lewat kata-kata, tapi dibuktikan melalui perilaku mulia yang membuat orang lain tersenyum bahagia karena keberadaan kita.

10 Falsafah Jawa Yang Relevan Sampai Akhir Zaman

10 Falsafah Jawa Yang Relevan Sampai Akhir Zaman

Masyarakat Jawa sangat terkenal dengan falsafah hidupnya. Falsafah ini bukan sekedar pepesan kosong belaka akan tetapi menjadi salah satu panduan dalam menjalani hidup dan kehidupan. Berikut ini 10 Falsafah Jawa Yang Relevan Sampai Akhir Zaman. Semoga bermanfaat.


10 Falsafah Jawa Yang Relevan Sampai Akhir Zaman

1- Urip Iku Urup [Hidup itu sejatinya memberikan manfaat untuk siapa & apa saja].
2- Memayu Hayuning Bawana lan Ambrasta Dur Angkara [Manusia hidup di dunia ini harus mengupayakan keselamatan, kebahagiaan, kesejahteraan, dan ketentraman alam semesta seisinya serta memberantas angkara murka].
3- Surodiro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti[Segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut, dan sabar].
4- Ngluruk Tanpa Bala, Sugih Tanpa Banda, Sekti Tanpa Aji, Menang Tanpa Ngasorake [Berperang tanpa membawa pasukan, kaya tanpa harta, sakti tanpa kesaktian, menang tanpa mengalahkan].
5- Aja Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan [Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, jangan sedih manakala kehilangan menghampiri].
6- Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman [Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah mengeluh, jangan mudah terkagetkan, jangan mudah kolokan/bermanja-manja/memanjakan diri].
7- Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan, Kemareman [Jangan terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh jabatan/kehormatan/kekayaan, kenikmatan dunia].
8- Aja Keminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka [Jangan merasa paling pintar agar tidak salah arah, jangan berbuat curang agar tidak celaka].
9- Aja Milik Barang Kang Elok, Aja Mangra Mundak Kendo [Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah. Jangan pula mudah berprasangka, supaya tidak menyusut semangat dan kerja].
10- Aja Adigang Adigung Adiguna [Jangan sok kuasa, sok mulia, dan sok sakti mandraguna].

Belajar dari falsafah ketupat

Belajar dari falsafah ketupat


Sejarah Ketupat.
Adalah kanjeng Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat jawa. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda lebaran dan bakda kupat. Bakda kupat dimulai seminggu sesudah lebaran. Pada hari yang disebut BAKDA KUPAT terswebujt, di tanah jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyan ketupat dari daun kelapa muda.

Setelah selesai dianyam, ketupak diisi dengan beras kemudian dimasak. Ketupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, sebagai lambang kebersamaan.

Arti Kata Ketupat.
Dalam filosofi jawa, ketupat lebaran bukanlah sekedar hidangan khas hari raya lebaran. Ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau kupat dalam bahasa jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.

Ngaku Lepat.
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa. 
Prosesi sungkeman yakni bersimpuh di hadapan orang tua seraya memohon ampun, dan ini masih membudaya hingga kini.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain, khusunya orang tua.

Laku Papat.
Laku papat artinya empat tindakan dalam perayaan Lebaran.
Empat tindakan tersebut adalah:
1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.
Arti Lebaran, Luberan, Leburan dan Laburan.
Lebaran.
Lebaran bermakna usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Berasal dari kata lebar yang artinya pintu ampunan telah terbuka lebar.

Luberan.
Bermakna meluber atau melimpah. Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah menjelang lebaran pun selain menjadi ritual yang wajib dilakukan umat islam, juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama manusia.

Leburan.
Maknanya adalah habis dan melebur.
Maksudnya pada momen lebaran, dosa dan kesalahan kita akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Laburan.
Berasal dari kata labur atau kapur.
Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun poemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain.

Nah, itulah arti kata ketupat yang sebenarnya.
Selanjutnya kita akan mencoba membahas filosofi dari ketupat itu sendiri.

Filosofi Ketupat:
1. Mencerminkan Beragam kesalahan manusia.
Hal ini bisa terlihat dari rumitnya bungkusan ketupat ini.

2. Kesucian hati.
Setelah ketupat dibuka, maka akan terlihat nasi putih dan hal ini mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan.

3. Mencerminkan kesempurnaan.
Bentuk ketupa begitu sempurna dan hal ini dihubungkan dnegan kemenangan umat islam setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak idul fitri.

4. Karena ketupat biasanya dihidangkan dnegan lauk yang bersantan, maka dalam pantun jawa pun ada yang bilang "KUPA SANTEN", Kulo Lepat Nyuwun Ngapunten (Saya Salah Mohon Maaf

Minggu, 09 Agustus 2015

Serat Ronggowarsito

Cuplikan Pupuh Sinom :

►Mangkya darajating praja, Kawuryan wus sunyaturi, Rurah pangrehing ukara, Karana tanpa palupi, Atilar silastuti, Sujana sarjana kelu, Kalulun kala tida, Tidhem tandhaning dumadi, Ardayengrat dene karoban rubeda
(Keadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot. Situasi (keadaan tata negara) telah rusah, karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan). Suasananya mencekam. Karena dunia penuh dengan kerepotan.)
►Ratune ratu utama, Patihe patih linuwih, Pra nayaka tyas raharja, Panekare becik-becik, Paranedene tan dadi, Paliyasing Kala Bendu, Mandar mangkin andadra, Rubeda angrebedi, Beda-beda ardaning wong saknegara
(Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik, Patihnya juga cerdik, semua anak buah hatinya baik, pemuka-pemuka masyarakat baik, namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. Oleh karena daya jaman Kala Bendu. Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi. Lain orang lain pikiran dan maksudnya.)
►Amenangi jaman edan, Ewuh aya ing pambudi, Milu edan nora tahan, Yen tan milu anglakoni, Boya kaduman melik, Kaliren wekasanipun, Ndilalah karsa Allah, Begja-begjane kang lali, Luwih begja kang eling lawan waspada
(Hidup didalam jaman edan, memang repot. Akan mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada.)
► Ya Allah ya Rasulullah, Kang sipat murah lan asih, Mugi-mugi aparinga, Pitulung ingkang martani
Ing alam awal akhir, Dumununging gesang ulun, Mangkya sampun awredha, Ing wekasan kadi pundi
Mula mugi wontena pitulung Tuwan
(Ya Allah ya Rasulullah, yang bersifat murah dan asih, mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini. Sekarang kami telah tua, akhirnya nanti bagaimana. Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami.)
► Sageda sabar santosa, Mati sajroning ngaurip, Kalis ing reh aruraha, Murka angkara sumingkir, Tarlen meleng malat sih, Sanityaseng tyas mematuh, Badharing sapudhendha, Antuk mayar sawetawis, BoRONG angGA saWARga meSI marTAya
(Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa, seolah-olah dapat mati didalam hidup. Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan. Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya. Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami)

Senin, 17 Februari 2014

Sholat hajat warisan leluhur

Sholat Hajat Khusus :

Bila anda mempunyai suatu hajat yang penting dan agar cepat terkabul, maka setiap
tengahmalam lakukan sholat hajat khusus.
Sholat hajat khusus ini ada 4 raka'at 2 salam. Tetapi sebaiknya sebelum anda mengerjakan
sholat hajat khusus, lakukan sholat tobat 2 raka'at.

Caranya:
a. Pada jam 12 malam anda bersuci dulu (wudlu)

b. Lakukan sholat taubat 2 raka'at, niatnya : "Usholli sunnatan rak'ataini lillahi ta'ala".Setelah
salam mohon semua dosa diampuni Alloh S.W.T, lalu baca istighfar 1000x(Astaghfirullohal
'adhiim).

c. Setelah selesai berdiri lagi melkukan sholat hajat 4 raka'at 2 salam, niatnya :"Usholli
sunnatan hajaati arba'a rak'ataini lillahi ta'ala".

- Rakaat 1 sehabis baca Al-fatihah, baca surat Al-Ikhlas 10 x.
- Rakaat 2 sehabis baca Al-fatihah, baca surat Al-Ikhlas 20 x, lalu salam.
- Rakaat 3 sehabis baca Al-fatihah, baca surat Al-Ikhlas 30 x.
- Rakaat 4 sehabis baca Al-fatihah, baca surat Al-Ikhlas 40 x, lalu salam.

d. Setelah salam, bacalah amalan-amalan seperti berikut :
- Sholawat nabi 50 x.
- "Subhaana huwal hamdulillahi walla ilaha ilalloh waallohu akbar" 50 x.
- Al-Fatihah 1 x.- Ayat Kursyi 1 x.- "Laa ila hailalloh" 50 x.
- Lalu baca 1 x do'a seperti berikut :
- "Allohumma sholli 'ala sayyidina Muhammad shoolatan tunjina biha min jami'ilahwali wal
afati wa toqdhilana min jami'il hajati. Wa tuthohhruna biha min jai'issayi'ati wa tarfa'una biha
'indaka a'alad darojat Wa tu balliighuna biha aqshol ghoyatmin jami'il khairoti fil hayat Wa
ba'dal mammati Wa shollohu 'alla khoiri khalqihiSayyidina Muhammad Wa 'ala alihi wa
shahbihi wa sallama"
- Do'a permohonan …. (apa tujuannya/hajatnya).
- "Allohu Akbar" 21 x.
- Salam.

DO'A RENUNGAN MALAM

AUDZUBILLAHIMINASSYAITHONIRROJIIM, BISMILLAHIROHMANIRROHIM
ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN HAMDAN NA’IMIN HAMDAN SYAKIRIN HAMDAN YUWAFFI
NI’AMAHU WA YUKAFI MAZIDAH YA ROBBANA LAKALHAMDU KAMA YAMBAGHI LIJALALIKA
WAJHIKAL KARIMI WA ‘ADZIMI SULTHONIK. ALLAHUMMAGHFIRLANA LIWALIDINA WALIMA
ZAHIINA WALIJAMI’IL MUSLIMIN WAL MUSLIMAT WAL MUKMININ WAL MUKMINAT AL AKHYA’II MINHUM WAL AMWAT INNAKA SAAMI’UN QORIBUN MUJIBUDA’WAT WAYA QODIYAL HAJAT. FAGHFIRLANA YA ALLAH MAQODAM TU WAMA AKHORTU WAMA ASRORTU WAMA A’LAN TU ANTAL MUQODDIMU WA ANTAL MUAKHIRU LAA ILAA HAILLA ANTA WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIM. YAA ROBBANA 3X
ANTA MAKSUDANA WARIDHOKA MAKHTUBANA

ARTINYA :
YA ALLAH BIMBINGLAH KAMI BAHWA HANYA ENGKAU YANG KAMI TUJU DAN HANYA RIDHOMU YANG KAMI DAMBAKAN ALLAHUMMA TAUWIL ‘AMARONA
YA ALLAH BERKAHILAH SISA UMUR KAMI, SISA UMUR YANG LEBIH MENJADIKAN KAMI SEMAKIN DEKAT KEPADAMU YA ALLAH.

YA ALLAH BERKAHILAH SISA UMUR KAMI, SISA UMUR YANG ENGKAU BERIKAN KEKUATAN KEPADA KAMI UNTUK BISA MENINGGALKAN SEGALA KEMAKSIATAN YANG MASIH MELEKAT DALAM KEHIDUPAN KAMI YA ALLAH.

YA ALLAH BERKAHILAH SISA UMUR KAMI, SUATU SAAT NANTINYA ENGKAU MEMATIKAN KAMI
SATU DEMI SATU, MAKA MATIKANLAH KAMI DALAM KEADAAN HUSNUL KHOTIMAH
WA TSABIT IMAA NANA,
YA ALLAH TETAPKANLAH KEIMANAN KEPADA KAMI, ANAK CUCU KAMI, ISTRI KAMI DAN KELUARGA KAMI.KARENA HANYALAH KEIMANAN BENTENG TERBAIK BAGI KAMI UNTUK BISA MENANGKIS SEGALA KEMAKSIATAN YANG SENANTIASA MENGEPUNG DARI SETIAP SISI KEHIDUPAN KAMI.

WA AKSIN A’MALANA
YA ALLAH MULYAKANLAH AKHLAK KAMI, ANAK CUCU KAMI, ISTRI KAMI DAN KAMI.JIKALAU
AKHLAK KAMI BURUK YA ALLAH MAKA GANTILAH DENGAN AKHLAK YANG BAIK, SEHINGGA
ENGKAU BISA MELIHAT KAMI MENJADI MANUSIA YANG BERAKHLAK YA ALLAH, TAAT KEPADAMU,
TAAT KEPADA ROSULMU, TAAT KEPADA PEMIMPIN-PEMIMPIN KAMI ILLA MAKSIATIK,DAN
MENJADI MANUSIA YANG BERMANFAAT BAGI DIRI KAMI, KELUARGA KAMI, AGAMA, BANGSA DAN NEGARA KAMI YA ALLAH.

WAWASIK ARZAQONA
YA ALLAH BERIKANLAH KEPADA KAMI RIZQI YANG HALAL, RIZQI YANG BAROKAH, RIZQI YANG
LUAS SEBAGAI SARANA BAGI KAMI UNTUK MENGABDI KEPADAMU YA ALLAH. YA ALLAH YANG
MENGGENGGAM KEHIDUPAN KAMI, JIKALAU RIZKI KAMI MASIH JAUH YA ALLAH MAKA DENGAN KEKUASAANMU DEKATKANLAH, JIKALAU RIZKI KAMI MASIH SAMAR, YA ALLAH MAKA DENGAN KEKUATAANMU TERANGKANLAH, SEHINGGA KAMI MUDAH UNTUK MENGAMBILNYA YA ALLAH.

YA ALLAH YANG MAHA MENATAP SETIAP SISI KEHIDUPAN KAMI, JIKALAU RIZKI YANG TERLANJUR MASUK KE DALAM DIRI KAMI, KELUARGA KAMI, ANAK CUCU KAMI, ENGKAU MENATAPNYA SEBAGAI RIZKI YANG HARAM ATAU RIZKI YANG SUBHAT YA ALLAH, MAKA HANYA AMPUNANMU YANG KAMI DAMBAKAN,

BAGAIMANA KAMI, MEREKA DEKAT DENGANMU YA ALLAH KALAU DAGING YANG TUMBUH DALAM DIRI KAMI BERSUMBER PADA MAKANAN YANG HARAM, BAGAIMANA KAMI MERASA NIKMAT MENYEBUT NAMAMU YA ALLAH KALAU DARAH YANG MENGALIR DALAM DIRI KAMI BERSUMBER DARI MAKANAN YANG SUBHAT YA ALLAH.

ALLAHUMMAGHFIRLANA DZUNUBANA WALIWALIDINA WARHAMHUMA KAMA ROBBAYAANA
SIGHORO.::::
YA ALLAH KAMI PUNYA AYAH, KAMI PUNYA IBU YA ALLAH ANUGERAHKANLAH KASIH SAYANGMU KEPADA IBU KAMI YA ALLAH YANG TELAH MENGANDUNG KAMI SEMBILAN BULAN DENGAN PENUH KEIKHLASAN.YA ALLAH ANUGERAHKANLAH KASIH SAYANGMU KEPADA IBU KAMI YA ALLAH YANG TELAH MELAHIRKAN KAMI DENGAN TARUHAN NYAWANYA. YA ALLAH ANUGERAHKANLAH KASIH SAYANGMU KEPADA IBU KAMI, YA ALLAH YANG TIDAK PERNAH MEMUTUSKAN DO’ANYA DEMI KESUKSESAN KAMI YA ALLAH.
YA ALLAH MULIAKANLAH AYAH KAMI YANG SERING KAMI ABAIKAN JASA-JASA KEBAIKANNYA YA
ALLAH.

ROBBAANA HABLANA MIN AZWAJINA WADZURRIYATINA QURROTA A’YUNINA WAJ’ALNA LIL
MUTTAQINAA IMAA MA.
YA ALLAH ENGKAU TITIPKAN KEPADA KAMI PUTRA PUTRI, BANTULAH KAMI UNTUK MEMBIMBING MEREKA SEHINGGA MEREKA MENJADI ORANG-ORANG YANG MENCINTAIMU, MENCINTAI ROSULMU, BERBAKTI KEPADA KAMI KEDUA ORANG TUANYA, MENDO’AKAN KAMI, TERLEBIH KETIKA KAMI TELAH DIKUBURKAN NANTINYA.

YASSIRLA ZIAROTAL MAKKAH WAL MADINAH BIGHORIKATIN WALA MAZAKOTIN MUASALALAMAH WAL BAROKAH BIROHMATIKA YAARHAMARROHIMIN.
YA ALLAH DI SISA UMUR YANG MASIH ENGKAU PERCAYAKAN KEPADA KAMI YA ALLAH
JADIKANLAH KAMI , KELUARGA KAMI, ANAK TURUN KAMI MENJADI ORANG YANG ENGKAU PILIH UNTUK BISA MELAKSANAKAN IBADAH HAJI DAN BERZIARAH KE MAKAM BAGINDA ROSUL
KEKASIHMU YA ALLAH.

BIROHMATIKA YAA ARHAMA ROHIMIN.
TUBNA ILALLAHIL MA ASYI DZUNUBI SOGHIRINA WA KABIRINA.
YA ALLAH JADIKANLAH KAMI SEMUANYA MENJADI HAMBA-HAMBAMU YANG SENANTIASA LARI
KEPADAMU, UNTUK BERTOBAT KEPADAMU, UNTUK MEMOHON AMPUN KEPADAMU ATAS SEGALA DOSA KAMI YANG KECIL MAUPUN DOSA KAMI YANG BESAR YA ALLAH.

NASTAGHFIRULLAH MINNA TAKTSIRI FI SYAHADAH.
YA ALLAH AMPUNI KAMI JIKA KAMI SERING INGKAR TERHADAP SYAHADAT KAMI.

NASTAGHFIRULLAH MINNA TAKTSIRI FI SHOLLAH.
Y6A ALLAH AMPUNI KAMI JIKA KAMI SERING LALAI TERHADAP SHOLAT KAMI.

NASTAGHFIRULLAH MINNA TAKTSIRI FI ZAKAH.
YA ALLAH AMPUNI KAMI JIKA KAMI SERING TIDAK JUJUR DALAM MENGELUARKAN ZAKAT KAMI.

NASTAGHFIRULLAH MINNA TAKTSIRI FI SHOUMI.
YA ALLAH AMPUNI KAMI ATAS KEKURANG SEMPURNAAN PUASA KAMI.

NASTAGHFIRULLAH MINNA TAKTSIRI FI HAJI WAFII DHULUMI KHOLQI.
ASHADU ANLA ILAA HA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSUL.

AMANNA BI SYARIATILLAH WA SHODAQNA BISYARI’ATILLAH WATABARONA MINKULLI
DINNINYUKHOLIFU DINAL ISLAM.
ROBBANA ATIINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIROTI HASANAH WAQINA ADZABANNAR.

WAADKHILNAL JANNATAL MA’AL ABROR YA AZIZI YA GHOFAR YA ROBBAL ‘ALAMIN
WASHOLALLAHU ALAN NABIYIL UMMIYI WAALA ALIHI WASALIM ISTAJIB DU’A ANA YA ALLAH YAMUJIBUSSAIMIN.

Jumat, 14 Februari 2014

Renungan kita

Kata Kata Mutiara Islami Menyentuh Hati | Renungan Islami
Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah
‘Umar
Setiap kamu adalah pemimpin,yaitu: Pemimpin terhadap diri dan keluarganya,
pemimpin terhadap masyarakat dan bangsanya.Mousthafaal-Gholayaini
Siapa takut kepada Allah, maka tidak hidup marahnya, Siapa yang bertaqwa kepada-
Nya, niscaya tidak mengerjakan sesukanya. Umar bin Khathhab)
Ya Allah! Seandainya Engkau akan mengadili kelak pada hari kiamat, maka jangan Kau
adili aku di dekat (Nabi Muhammad SAW)
” Terangi rumahmu dengan lampu, dan terangi hatimu dengan Al-Qur’an”.
“ Guru yang paling bertaqwa adalah Nabi Muhammad SAW, dan Rasulullah bersabda : “
Aku di didik oleh Tuhanku dengan sebaik-baiknya didikan”.
“Semua para wali di angkat karena hatinya yang bersih, tidak sombong, dengki, dan
selalu rendah diri”
“Cermin Manusia adalah Nabi Muhammad SAW”
“Kunci kekayaan adalah shodaqoh, dan kunci kemiskinan adalah pelit”
“Bos yang wajib di patuhi adalah Allah SWT”
“Orang yang sukses adalah orang yang istiqomah di dalam amal baik.”
“Sebaik-baiknya teman adalah Al-Qur’an! dan seburuk-buruknya teman adalah syaitan!”
“Berziarahlah kamu kepada orang-orang sholeh! Karena orang-orang sholeh adalah obat
hati”
“Apakah kamu mau tahu kunci-kunci syurga itu ? Kunci Syurga sebenarnya adalah
“Bissmillahirraman nirrahim”
“Awali gerakmu dengan “Bismillahirrahmannirrahim”"
Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri
Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda
dalam kehidupan
Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hati kepada manusia dan takut
kepada Tuhan
Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas
egas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijaksana sedangkan kejam
itu keras dalam kesewenang-wenangan
Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri, tetapi dalam aktivitas
tunjukkan kemampuan Anda
Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih
berharga dengan belas Kasih-Nya
Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain.
Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-
baiknya dari otak yang tidak sempurna.
Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.
Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang
hebat.
Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.
Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang
yang hanya membenarkan kata-kata anda.
Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita, tetapi tidak selalu mencintai
yang kita puja.
Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja.
Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, anda tentu tak
akan kecewa.
Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.
Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan
Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada
sesama.
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal
kalian.
Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti,
serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan.
Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan
kayu bakar.
Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.
Makanlah Sebelum Lapar dan Berhentilah Sebelum Kenyang.
"Dan ketahuilah bahawasanya Allah mengetahui apa yang didalam hatimu, sebab itu
berhati-hatilah dengan Tuhan" (Surah Al-Baqarah:235)
"Takutlah firasat orang Mukmin kerana sesungguhnya dia melihat dengan cahaya
daripada Allah s.w.t."
"Jika engkau membaca Al-Quran, maka mohonlah perlindungan Allah daripada syaitan
yang terkutuk" (Surah An-Nahl:98)
"Syaitan itu menjanjikan kemiskinan kepada kamu, dari menyuruh kamu mengerjakan
perbuatan yang keji" (Surah Al-Baqarah:268)
"Diatas orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Tahu" (Surah Yusuf:78)
"Apabila kamu bersembahyang keatas si mati, hendaklah kamu mengikhlaskan doa
kepadanya" (Riwayat Abu Hurairah r.a.)
"Sesungguhnya Allah tiada menyukai orang yang sombong lagi mengangkat diri" (Surah
Luqman:18)
"Wahai orang-orang yang beriman!janganlah kamu mengangkat suara kamu keatas
suara Nabi" (Surah Al-Hujurat:3)
"Orang yang memulakan memberi salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan
takabbur" (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)
"Siapa yang berperang untuk menegakkan khalimat Allah s.w.t. maka itu fisabi
lillah" (Riwayat Bukhari, Muslim & Abu Musa al-Asyari r.a.)
"SesungguhnyaAllah s.w.t. tetap menerima taubat seorang hamba selama dia belum
nazak dan mati" (Riwayat Al-Tirmizi dari Ibn Umar r.a.)
"Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah
harta" (Riwayat Al-Tirmizi)
"Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, iaitu bagi yang
ingin menyempurnakan penyusuan" (Surah Al-Baqarah:233)
"Setiap bayi tergadai pada akidahnya, disembelih pada hari ketujuh dan pada hari itu
pula dicukurkan dia dan diberi nama" (Riwayat Ahmad)
"Sebaik-baik puasa ialah puasa Nabi Daud Alai-His-Salam, ia berpuasa sehari dan
berbuka sehari..."(riwayat Al-Tirmizi & Al-Nasai)
"Dosa yang paling besar ialah syirik, derhaka pada ibu bapa dan membunuh orang
tanpa hak" (Riwayat Anas r.a.)
"Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-
dosa" (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a.)
"Ingatlah tiap sesuatu yang memabukkan itu khamar (arak) dan tiap khamar itu
haram" (Riwayat Ahmad & Abu Ya'la)
"Puasa hari Asura boleh menghapuskan dosa satu tahun yang lalu" (Riwayat Muslim)
"Sebaik-baik puasa selepas Ramadhan ialah puasa dalam bulan Muharam" (Riwayat
Muslim, Bukhari, Abu Daud, Tarmizi,Nasai & Ibn Majah)
"Kahwinilah wanita-wanita yang berada didalam lingkup/naungan yang baik kerana
pembuluh darah itu laksana cahaya" (Riwayat Ibn-'Adi)
"Bukan seorang Mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangga disebelahnya
kelaparan (sedang dia mengetahui)" (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
"Pilihlah untuk tempat nuthfah kamu atau air mani kamu,kerana pembuluh darah ini
merupakan sinar pancaran"(Riwayat Ibn Majah dan Ad-Dailami)
"Sesungguhnya Rejab adalah bulan Allah s.w.t. Sya'aban bulanku dan Ramadhan bulan
umatku" (Riwayat Abu Al-Fatah bin Abu Al-Fawaris)
"Pilihlah tempat air mani kamu dan nikahilah orang-orang yang sepadan" (Riwayat Ibnu
Majah daripada Imam Al-Hakimi)
"Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-
dosa" (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a)
"Orang Mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang paling baik
akhlaknya..."(Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
"Siapa wuduk pada hal dia masih berwuduk maka dicatat untuknya sepuluh hasanat
(kebajikan)" (Riwayat Abu Daud dari Ibn Umar r.a.)
"Sembahyang berjemaah itu lebih afdal daripada sembahyang bersendirian dua puluh
tujuh darjah" (Riwayat Bukhari & Muslim)
"Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah
harta" (Riwayat Al-Tarmizi)
"Sesungguhnya Allah akan merahmati seorang yang lapang dadanya ketika
menjual,membeli dan menagih hutang" (Riwayat Bukhari dari Jabir r.a.)
"Keberkatan sesuatu makanan itu ialah dengan berwuduk sebelum dan selepas
makan" (Riwayat Ahmad, Daud, Al-Tarmizi & Hakim)
"Seorang Mukmin melihat dosanya bagaikan seorang duduk dibawah gunung dan takut
kejatuhan gunung itu" (Riwayat Bukhari)
"Orang yang memulakan salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan
takabbur" (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)
"Sinarilah rumah kamu dengan mendirikan sembahyang dan membaca Al-
Quran" (Riwayat Al-Baihaqi)
"Senyumlah kepada saudaramu adalah sedekah"
Perbaikilah pekerjaanmu niscaya do’amu dikabulkan ( Al Hadist)
Yang dinamakan iman itu ialah apabila kau meyakini didalam hati, menyatakannya
dengan lidah,dan melaksanakannya dengan perbuatan (Al Hadist)
Allah lebih menyukai mukmin yang bekerja …. ( Al Hadist)
Mukmin yang kuat itu lebih lebih baik dan lebih  dicintai  Allah daripada mukmin yang
lemah ( Al Hadist)
Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah ( Al Hadist)
Memikul kayu bakar lebih mulia daripada mengemis ( Al Hadist)
Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan
RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)
“Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seorang hamba untuk saudaranya tanpa
sepengetahuannya”.
“Demi Allah, seorang hamba tidak berdoa kepada-Nya terus menerus kecuali Ia akan
mengabulkannya”.
“Sesuatu yang paling utama di sisi Allah adalah engkau meminta segala yang dimiliki-
Nya”.
“Tidak akan bermaksiat kepada Allah orang yang mengenal-Nya”.
“Allah membenci pencela yang tidak memiliki harga diri”.
“Ucapkanlah kepada orang lain kata-kata terbaik yang kalian senang jika mereka
mengatakan itu kepadamu”.
“Silaturahmi dapat membersihkan amalan, memperbanyak harta, menghindarkan bala`,
mempermudah hisab (di hari kiamat) dan menunda ajal tiba”.
“Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah orang yang berbicara keadilan dan ia
sendiri tidak melaksanakannya”.
“Seorang hamba bisa dikatakan alim jika ia tidak iri kepada orang yang berada di
atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya”.
“Seorang alim yang dapat dimanfaatkan ilmunya lebih utama dari tujuh puluh ribu
‘abid”.
“(Jika sesuatu digabung dengan yang lain), tidak ada gabungan yang lebih indah dari
kesabaran yang digabung dengan ilmu”.
“Tiada keutamaan seperti jihad dan tiada jihad seperti menentang hawa nafsu”.
“Ulama adalah kepercayaan para rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya
pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka.”
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.
(Bediuzzaman Said Nursi)
Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan
merambah ke segala hal. ~ Imam Al Ghazali
Tiada musibah yang lebih besar daripada meremehkan dosa-odsamu dan merasa ridho
dengan keadaan rohaniahmu sekarang ini.
Manusia Paling baik adalah orang yang dermawan dan bersyukur dalam kelapangan,
yang mendahulukan orang lain, bersabar dalam kesulitan.
karena aku merasa malu jika mengaku sebagai umatnya padahal hidupku penuh dengan
perbuatan dosa. (Muhammad Iqbal).
Cintai dan sayangilah para fakir miskin, maka Allah akan menyayangimu. (Nabi
MUHAMMAD SAW).