Senin, 12 Desember 2016

Oh Ibu

Kisah Inspiratif]: Ibu, Aku Cantik Kan...???!

By Pecinta Ilmu9/04/2013 10:37:00 AMNo comments

Seorang anak bertanya kepada ibunya, "Bu, apakah aku cantik?"

"Tidak...". Jawab sang ibu.

Lalu ia bertanya lagi. "Bu, apakah aku gemuk dan besar?".

Ibunya mengangguk, "tentu saja...".

Anak itu terkejut. "Bu, apakah Ibu menginginkan bersamaku selamanya?".

Sang ibu menggeleng,"Tidak".

Anak itu sangat tidak percaya dengan apa yang telah Ia dengar.

"Ibu, apakah engkau akan menangis jika aku meninggalkan ibu?".

Sang ibu dengan tenang menjawab, "Ibu tidak akan menangisimu...".

Anak itu sangat terpukul dengan jawaban ibunya dan segera lari kedalam kamarnya.

Lalu sang Ibu memegang pundaknya dan menatapnya sambil berkata:

"Anakku... kamu tidak cantik, tetapi sangat cantik, satu-satunya yang terfikir gemuk atau besar tentangmu adalah hatimu.. Ibu tidak menginginkan bersamamu tapi Ibu MEMBUTUHKANMU bersama ibu selamanya. Dan sayang, ibu tidak akan menangis jika engkau meninggalkan ibu, tetapi ibu akan mati..."

Lalu anak itu memeluk ibunya dengan rasa yang tak mampu ia lukiskan..

✽ ✽  ✽

Sahabat..
Ada yang mengibaratkan...
Seorang Ibu dan kita
Adalah ibarat mata dengan lengan.
Jika mata tergores, lengan tak kan merasa sakit.
Tapi jika lengan terluka, maka mata akan mengeluarkan airmata untuk lengan..
✽ ✽ ✽

Kasih sayang ibu bagaikan sang surya yang menyinari dunia
tanpa imbalan
apapun.

Kamis, 08 Desember 2016

MBAH JOGO

Mbah Jogo

Abdullah, NU Online | Ahad, 16 Februari 2014 16:00

Sejak aku injakkan kaki untuk yang pertama kalinya di pesantren ini, sosok Mbah Jogo masih menjadi misteri bagiku. Namun aku tak tahu apanya yang membuatku penasaran? Mbah Jogo yang merupakan salah satu sesepuh di pesantrenku memang lain dari kyai kebanyakan, paling tidak menurutku. 
<>
Sekilas tidak ada yang luar biasa darinya, keseharian beliau ngaji wetonan , mengimami shalat Subuh dan menerima tamu. Bukankah itu hal yang biasa dilakukan para kyai? Mungkin kapasitas beliau selaku pengasuh  Jam’iyah Mujahadah yang setiap malam Jum’at Pon dimana ribuan orang membanjiri halaman pondok untuk ngalap berkah ,hingga beliau menjadi sosok yang kukagumi lalu menjelma menjadi misteri yang menggelanyuti? Bukan, bukan itu. Bukankah beliau  masih keturunan Kanjeng Nabi, jadi wajarkan jika beliau begitu mendapat kemuliaan di tengah masyarakat? Lalu apanya yang menjadikanya lain dari yang lain? Ah sekali lagi pertanyaan yang sampai saat ini belum mampu kupecahkan.

“Kang aku punya cerita baru tentang Mbah Jogo loh!” kata kang Solikin yang seorang abdi ndalem Mbah Jogosuatu ketika di warung kopi. Aku pun yang juga ngopi di warungnya kang Mardi itu langsung ikut nimbrungbersama mereka. Selalu begitu, saat kudengar nama Mbah Jogo jantungku seperti berdegup kecang dan persendianku seakan akan terlepas saja.

“Apa kang?” tanya kang Somad sambil mendekatkan kursi plastiknya ke arah kami, tak lupa kopi hitamnya ia bawa.

Sejenak kang Solikin menghisap rokok kreteknya, seakan sengaja membuat kami tambah penasaran. “Kalian ingat rombongan tamu yang kemarin sore sowan ke ndalem  Mbah Jogo?” tanya kang Solikin. Aku hanya menganggukkan kepala, begitu juga dengan yang lain. “Mereka itu tamu dari Purwodadi yang sengaja datang untuk menghaturkan termakasih kepada Mbah Jogo, mereka juga mengatakan jika tidak karena pertolongan Mbah Jogo, mungkin mereka sudah mati karena ulah para perampok yang mencegatnya di persimpangan jalanRabu sore kemarin.”

“Sebentar sebentar..” protes kang Rohim yang sedari tadi cuma diam, “Bukankah Rabu sore kemarin Mbah Jogo ngaji Hikam bersama kita?” imbuhnya lagi yang juga diamini oleh teman-teman yang hadir di ‘majlis’ itu, termasuk aku. Aku ingat betul, Rabu sore kemarin Mbah Jogo ngaji kitab karangan Sayyid Imam Al-Ghazali Al-Hikam. Bahkan keterangan yang beliau sampaikan masih terngiang di benak dan hatiku. Kala itu Mbah Jogo menerangakan tentang pentingnya sikap tawadhuk.

“Namanya juga waliyullah kang” kata kang Solikin. “Kita pernah dengarkan karamahnya Kyai Khalil Bangkalan, yang waktu itu beliau menolong orang tenggelam di laut? Padahal beliau ada di pondok.” imbuhnya lagi sambil menerawang ke atas.

“Apa itu yang namanya “ajian lipat bumi”ya kang? Tanya kang Somad dengan mata yang berbinar. Selalu begitu dia, santri asal Sumatra ini selalu antusias dan update dengan kisah karamah para wali.

“Setahuku, ajian lipat bumi itu ajian dimana si empunya bisa berpindah tempat dalam waktu sekejap, namun aku tahu sendiri bahwa Mbah Jogo tidak kemana-mana. Lha wong setelah ngaji beliau memberi makan perkutut kesayanganya itu kok.” tandas kang Solikin lagi-lagi.

“Hmm begitu ya kang, lalu apa?” tanya kang Somad yang semakin penasaran. Diminumnya kopi yang sedari tadi dibiarkanya mendingin.

“Bisa jadi ilmu sigar raga atau mungkin rogoh sukmo.” seloroh kang Rohim tiba-tiba dengan gayanya yang khas itu.

Sore itu warung kang Mardi terlihat ramai , mungkin ini karena hari Jum’at  dimana aku dan ribuan santri lainya menikmati libur sejenak. Tawa-tawa kecil para santri menambah ramainya warung ini. Dari obrolan tentang pelajaran, team sepakbola, grup band,rasan-rasan , sampai gejolak politik di negeri ini pun tak luput dari pembahasan mereka.Namun diantara mereka,‘majlis’ kami lah yang paling semarak, tentu saja karena tema kami yang ‘lain dari pada yang lain’.

 Aku yang sedari tadi diam memperhatikan mereka mulai sedikit jenuh, bukan karena sang objek yang tak menarik. Namun lagi-lagi pembahasan mereka tentang karamah, bukan karena aku  tak respect  dengan keistimewaan karamah. Namun apa yang istimewa untuk sekaliber Mbah Jogo? Menurutku bukan karamahnya yang menjadi mesteri bagiku. Lalu apa?

*******

Malam ini ketika sebagian besar santri sudah berkelana di alam mimpinya, aku masih belum bisa memejamkan mata, bahkan untuk mengantuk pun aku masih enggan. Udara malam ini benar-benar dingin seakan menghipnotis makhluk bumi untuk bersembunyi di ‘liangnya’. Kulirik kang Solikin yang sudah mendengkur bak suara musik instrumental. “Tumben, biasanya jam segini dia masih nderes ?” Batinku sambil menggeser tubuhku guna menjauhinya, karena siapapun tahu kalau ‘atraksi’ tidurnya membahayakan. “Besuk siang aku harus nderekne Mbah Jogo menanam ketela, jadi aku harus tidur cukup supaya besuk siap tempur.” Katanya tadi padaku sesaat sebelum memejamkan mata.

Lalu...

Aku teringat keseharian Mbah Jogo. Ya, kehidupan beliaulah yang membuatnya berbeda dari kebanyakan kyai.  Kapasitas beliau sebagai kyai namun masih saja beliau bertani, petanai yang notabene pekerjaan yang hanya ‘boleh’ disandang orang rendahan. Pernah aku melihat dengan mataku sendiri saatbeliau mengusap keringat  wajahnya yang lelah terkena terik matahari siang di hamparan sawahnya.Aku juga pernah lihat  saat tubuh tuanya memainkan cangkul guna menanam polowijo di kebunya, yang bahkan beliau nimbali aku kemudian mengajariku cara mencangkul yang benar. Yang lebih miris lagi, beliau memikul sendiri hasil panenya untuk di jual ke pasar.Terlintas tanda tanya besar yang menghantuiku tentang Mbah Jogo. Untuk apa Mbah Jogo melakukan semua itu? Bukankah beliau wali min auliyaillah,dimana Dia menjamin rizki dari arah yang yang tak disangka-sangka? Selaku kyai bukankah beliau sering mendapati sedekahan olehtamu yang sowan kepadanya? Bukankah selaku ahlul baitbeliau sudah di doakan jutaan umat setiap harinya? Bukankah 

beliau juga punya banyak kenalan orang kaya yang pernah ditolongnya, bisa sajakan beliau mintai sedikit kekayaanya? Padahal beliau memiliki karamah, bukankah dengan karamah itu beliau bisa mendatangkan uang, dengan “kantong semar” misalnya?” Lalu untuk apa? Atau jangan-jangan beliau memang tamak terhadap dunia sehingga masih saja memburunya? Ah bukan juga, buktinya tidak ada atribut mewah yang menghiasinya.

*****

“Assalamualaikum mbah..” ucapku yang kini sudah di depan pintu ndalem Mbah Jogo. Ya, pertanyaan-pertanyaan tadi malam membuatku tak bisa tidur. Yang kemudian menghantarkanku nekat sowan pada Mbah Jogo.

“Waalaikum salam, monggo-monggo pinarak!”  terdengar suara dari dalam. Suara yang tak asing bagiku, suara berwibawa yang menggetarkan jiwa. Lalu akupun masuk dan duduk nglesot  di bawah kursi. Mbah Jogo pun menemuiku dan menyalamiku, sempat kulirik Mbah Jogo yang kala itu mengenakan baju putih polos, sarung batik dan peci hitam, sederhana namun kelihatan bersahaja. Aku yang kemudian hanya bisa menundukkan kepala seolah ada seekor burung hinggap di kepalaku. Selalu begitu, setiap kali aku sowan kyai perasaan kikuk, grogi, malu, takut dan bingung jadi satu.

”Ada apa nak, kok tumben sore-sore begini mampir ke gubukku?” kata Mbah Jogo sambil menyunggingkan senyum yang menentramkan siapa saja yang melihatnya.

“Eh anu..” jawabku gugup. “Pertama kedatangan saya kesini untuk silaturrahmi yang semoga dicatat oleh-Nya sebagai ibadah, kedua..” aku pun mulai bingung merangkai kata. Kulirik Mbah Jogo yang mengerutkan dahinya membuatku merasa berdosa. “Emm, yang kedua saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan tentang Mbah Jogo.” Lanjutku sambil masih menundukkan kepala.

“Oalah, mau tanya apa nak? Tidak usah malu-malu gitu toh, biasa saja!” kata Mbah Jogo sambil menyulut rokoknya.

Kemudian aku menanyakan hal yang tadi malam membuatku sulit tidur. Ya, tentang kehidupan beliau itu. Kehidupan yang tak lazim dilakukan para kyai, kehidupan yang menurutku tak pantas dilakukan orang sekaliber Mbah Jogo. Sekali lagi kulirik Mbah Jogo yang hanya diam, sesekali menghisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskanya ke angkasa. Tiba-tiba suasana menjadi hening, aku semakin takut saja. “Mungkinkah pertanyaanku terlalu lancang?” “Mungkinkah aku kurang sopan, hingga berani menanyakan privasi beliau?” batinku.

“Begini nak..” kata Mbah Jogo dengan nada bijaksana, aku menjadi sedikit lega karena ternyata pertanyaanku tidak membuat beliau tersinggung. “Jika aku tak melalukan semua itu, maka dari mana aku mengerti arti dari sebuah perjuangan?” lanjut Mbah Jogo. “Sampean ingat Rasulullah, mengapa beliau mau menggembala kambing, bukankah Halimah sudah mendapat upah dari ibunda Rasul, sehingga sah-sah saja Rasul menghabiskan waktu kecilnya dengan bermain.” “Sampean ingat peristiwa hijrah Rasul, dimana beliau harus melewati padang sahara di tengah terik sang surya yang sangat panas, juga harus mengatur siasat agar tak diketahui kaum kafir Quraisy. Bukankah selaku hamba yang sangat dicintai-Nya beliau bisa saja meminta kepada Tuhanya untuk menerbangkan dengan buraq seperti kala beliau Isra’ Mi’raj?” “Sampean ingat peristiwa perang Badar, dimana Rasul dan para sahabat berjuang mempertaruhkan nyawa melawan bengisnya kaum kafir Quraisy. Padahal kapasitas beliau selaku Rasul-Nya, bukan hal yang sulit bagi Rasul untuk menggerakkan jutaan Mmlaikat atas izin Tuhanya agar meluluhlantahkan pasukan musuh, dan sementara Rasul bersantai ria di tenda menunggu kabar kemenangan.” “Tidak nak, tidak! Rasulullah sosok yang dijamin masuk surga, dosa tidak punya dan do’anya mustajabah, namun untuk mendapatkan kemuliaan beliau ongkosi dengan perjuangan dan penderitaan.” 

Tak terasa air mataku tumpah mengaliri pipi, penjelasan beliau sungguh luar biasa. Aku pun mulai mengerti tentang arti perjuangan. Kenikmatan akan kita rasakan setelah kita lalui dengan perjuangan

Renungan malam

Renungan Islam

Manusia hanyalah pengendara di atas punggung usianya.

Digulung hari demi hari, bulan, dan tahun tanpa terasa.

Nafas kita terus berjalan seiring jalannya Waktu, setia menuntun kita ke pintu kematian..

Sebenarnya dunialah yang makin kita jauhi dan liang kuburlah yang makin kita dekati.

Satu hari berlalu, berarti satu hari pula berkurang umur kita.

Umur kita yang tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita.

Karena itu,
jika hari berlalu tapi tiada Kebaikan dan Kebajikan yang kita lakukan maka akan keringlah batin kita.

Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat untuk mati tidaklah harus tua.

Jangan terperdaya dengan badan sehat, karena syarat untuk mati tidak pula harus sakit.

Teruslah berbuat baik... berkata baik...!

Kritisi semua yang tidak baik.

Walau tak banyak orang yang mengenalimu, tapi kebaikan dan kebajikan yang kita lakukanlah yang akan menuntun kita pada kebahagiaan, dan akan dikenang oleh mereka yang kita tinggalkan...

JANGAN KITA KELUHKAN MASALAH YANG MENIMPA...

kerana.. setiap sesuatu ada sebab dan hikmahnya..

ajarkan diri agar menjadi seorang yang meredhai ketentuanNya..

ingatlah.. 
setiap manusia mempunyai bahagian mereka tersendiri.. 
baik yang susah atau pun yang senang..

makanya..

hadirkan lah diri selalu dengan Maha pencipta..

PELAJARILAH CARA TERBAIK MENJADI INSAN YANG SOLEH WA MUSLEH

sekian.. slmt beramal
*******************************************************************************

*Masa Silam*

Masa silamku mengajar aku bertatih melawan godaan,

Masa silamku membuat aku kenal diri ini,

Masa silamku membuat aku kenal erti sahabat, teman dan lawan,

Masa silamku menjadikan aku cukup dewasa tika ini,

Masa silamku adalah guru terbaikku.

Masa silam adalah tempat paling jauh bagi manusia.

Kau, aku dan kita semua bukan semulia junjungan besar yang maksum dari dosa,
Pasti pernah terpalit calar hitam di masa silam nan lalu....

***************************************************************************

*ALLAH bersama kita * 


jangan pernah kita merasa putus asa..

kerana ujian ALLAH itu untuk keimanan kita terhadapnya..

berbanggalah kerana dengan ujian itulah tanda Allah sayang kepada kita..

jika merasa sendiri..
ALLAH telah berpesan kepada kita bahawa....

sesunguhnya Dia bersama dengan hambanya..

mengapa kita ragu lagi..

sedangkan surat CINTAnya untuk kita telah DIA utuskan kepada kekasihnya,,
dan kini, 

surat cinta itu ada pada kita..
maka bukalah..

*********************************************************************************


menadah tangan dengan niat bermunajat dan mengadu padaNya satu kehebatan dikau telah lakukan..

sujud merendah diri kepada Nya 1 perhambaan dikau kepadaNya..
dikau mengagumi kecantikan, keindahan yang diciptakanNya..
katakan SUBHANALLAH pada setiap inci yang dikau perlihatkan...

semuanya dari pada DIA..
siapakah DIA?

ALLAH. ALLAH.. ALLAH..

DIA yang menurunkan AL-QURAN kepada MUHAMMAD untuk dijadikan panduan hidup setiap ummahnya..

AL-QURAN yang suci..

di ajarkan kita pelbagai bentuk syariat, akhlak, muamalat..

semuanya indah...

ALLAHUAKBAR..

jadi..

mengadulah setiap masalah mu kepadaNya...

DIA maha mendengar...

DIA maha pengasih..

menangisah kepadanya...

sahabat.. jadi keluhkan permasalahan mu..

ujian yang didatangkan penuh dengan hikmah dariNya..

UNTUK..

menguji keimananmu kepada ALLAHU RABBI...

*********************************************************************************

*Kadang-Kadang*

✿◠‿◠♥
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memberi komen..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam menegur.
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memberi nasihat..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memprotes..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam persetujuan..

tapi..

Biarlah DIAM kita mereka faham artinya..
Biarlah DIAM kita mereka terkesan maknanya..
Biarlah DIAM kita mereka maklum maksudnya..
Biarlah DIAM kita mereka terima tujuannya..

kerana..

DIAM kita mungkin disalah tafsir
DIAM kita mungkin mengundang syak wasangka
DIAM kita mungkin disilap terjemah..
DIAM kita mungkin tidak membawa apa-apa maksud..

maka..

jika kita merasakan DIAM itu terbaik..
seharusnya kita DIAM..
namun seandainya DIAM kita bukanlah sesuatu yang bijak..
berkatalah sehingga mereka DIAM…

✿◠‿◠♥

********************************************************************************

*Peringatan Untuk Kita*

Ada orang study SEDIKIT, tapi dapat BANYAK = ANUGERAH
ada org 'study' BANYAK, tapi dapat SEDIKIT = UJIAN

~ILMU akan melekat pada HATI yg bersih~

-waktu exam cmne, study lah kuat mana pun, kewajipan FARDHU AIN jgn tinggal..

-SOLAT jangan dilengah-lengahkan..

-Jgn pula, dalam mencari keBERKATan belajar, kita membuat perkara yg DIA murka..

Timbul pulak soalan, kenapa ada org TAK SOLAT,tapi dia CEMERLANG dlm akademik?
Jawapannya: ISTIDRAJ (nikmat kesenangan,kejayaan,kekayaan dan kemewahan diberikan oleh Allah kpd manusia yang mana tidak diredhaiNYA, untuk menyesatkannya lagi).

"Ya Allah,penuhilah dada kami dengan cahaya iman dan ilmu

********************************************************************************

*RENUNGKAN*

"LIFE MUST GOES ON !!!...
EVEN THOUGH WHATEVER HAPPEN...
WE MUST FACE IT...
DUGAAN ITU DTGNYE DR ALLAH...
SO, ALLAH KNOWS WHAT IS THE BEST FOR US"... ❤

✿ Aku meminta kpd ALLAH setangkai bunga segar, DIA beri kaktus berduri.. Aku minta kupu-kupu, diberiNya ulat berbulu.. Aku sedih & kecewa.. ❤ 

✿ Namun kemudian, kaktus itu brbunga indah sekali.. dan ulat itu pun mnjd kupu-kupu yg sangat cantik.. Itulah jalan ALLAH, indah pd masaNya!.. ❤ 

✿ ALLAH tidak memberi apa yang kita harapkn.. tp, Dia memberi apa yang kita perlukn.. Kadang kala kita selalu berasa sedih dan kecewa.. akan tetapi, jauh di atas sana, Dia sedang mengatur yg terbaik dalam kehidupan kita.. ❤ 

✿ ~*:: Bercinta Sampai Ke Syurga ::*~ ✿
************************************************************************************

Orang-orang Yang Didoakan Oleh Para Malaikat 

Inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci".
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’"
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah
(tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf"
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu"
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’"
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’"
(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang sedang makan sahur"
(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Sisa Umur Kita


Tiba-tiba saja terfikir suatu hal, yaitu umur manusia. Saya bertanya pada diri saya sendiri, bagaimana kalo saya tahu bahwa umur saya hanya sampai umur 25 tahun, atau 35 tahun, atau 5 hari lagi. saya terpikir banyak hal yang akan saya lakukan. Saya tertarik untuk berbagi kisah ini pada saudara2 pembaca blog ini. semoga kita bisa diskusi dan mendapat banyak manfaat.

jika anda tahu sisa umur anda tinggal 1 tahun, apa saja yang akan anda lakukan untuk mengisi sisa umur itu?

mungkin sebagian akan menjawab:

bersenang-senang
jalan-jalan ke tempat indah yang belum didatangi
makan sepuasnya setiap hari
segera nikah
dll

mungkin sebagian orang yang lain memilih:

memperbanyak ibadah shalat dan dzikir
memperbanyak sedekah
memperbanyak silaturahim
bekerja lebih giat
memberikan hak keluarga dan orang-orang disekitarnya
dll

kenapa dua kelompok kegiatan tersebut begitu berbeda dan seolah bertolak belakang?

Saudaraku, salah satu hikmah besar dirahasiakannya bilangan umur kita adalah agar kita tidak tahu kapan kita mati. ketika kita tidak tahu kapan kita akan mati, pada dasarnya kita akan merasa setiap saat bisa jadi ajal kita, maka kita akan selalu berhati-hati dengan tindakan kita. Kita tidak akan tahu kapan kita akan mati. apakah saat remaja? ataukah saat kita sudah tua? dan kita tidak tahu kapan pastinya kita akan mati. apakah hari ini? atau besok? dan kita tidak tahu bagaimana kita akan mati. apakah saat tidur? apakah saat berkendaraan? ataukah ketika kita sedang membaca Al Quran?

Seandainya ALLAH menghendaki semua manusia mengetahui kapan ia mati, dimana ia mati, dan kapan ia mati, akankah kehidupan dunia ini dihiasi kebaikan demi kebaikan? saya rasa tidak.

kemungkinan yang bisa kita bayangkan:

sedikit manusia selalu menghiasi umur dengan ibadah
lebih banyak manusia terus menerus berbuat dosa hingga akhir hayatnya
jauh lebih banyak lagi manusia terus berbuat dosa hingga sedikit sisa umurnya ia bertaubat

Saya rasa jenis ketiga akan mendominasi isi dunia. orang-orang seperti ini selalu berfikir bahwa masih ada waktu untuk bertaubat. Dalam kondisi seperti ini, bisa jadi dunia ini didominasi kejahatan dan kriminalitas, maksiat, hedonis, dan sejenisnya.

Maka segala puji bagi ALLAH Yang Maha Sempurna perhitungannya. ALLAH sangat memahami betapa manusia senantiasa berada antara kecenderungan yang baik dan yang buruk (QS Asy-Syams: 8), maka ia menyelamatkan manusia dari fitrahnya tersebut, dengan jalan menjadikan umur sebagai hal ghaib yang tidak diketahui manusia. untuk apa? agar manusia selalu berhati-hati dalam hidupnya, dan agar manusia selalu berada dalam kebaikan.

Cemaskan 5 hal ini


diambil dari nasehat Hasan Basri yang mengajak kita untuk merenungi 5 hal yang paling pantas untuk selalu kita cemaskan. antara lain:

1. Ibadah kita

Adakah ibadah kita selama ini cukup pantas untuk diterima Allah SWT. Ataukah jangan-jangan shalat yang begitu banyak kita kerjakan itu hanyalah gerakan tanpa makna. Dan ataukah puasa dan amal kita hanyalah penghias hasrat semata. Bukankah misi hidup manusia didunia adalah beribadah pada ALLAH? lalu apa gunanya kita jika semua ibadah kita tidak diterima oleh ALLAH. Selayaknya kita selalu meminta pada ALLAH untuk memperbaiki ibadah kita dan terus menjaga niat kita hanya untukNya.

2. Dosa-dosa kita

Sudah berapa banyak dosa yang kita lakukan selama kita hidup? Segala yang besar berasal dari yang kecil. kadang kita tertipu oleh dosa-dosa kecil. merasa dosa kecil tidaklah terlalu besar dampaknya. padahal semua yang besar berasal dari yang kecil. Bagaimana jika ibadah kita yang pas-pasan senantiasa dikikis oleh dosa yang membesar?

Semoga ALLAH senantiasa menjaga kita dari dosa kecil dan besar.

3. Surga dan Neraka

Surga dan neraka adalah konsekuensi dan keniscayaans hidup manusia setelah hari perhitungan. Hanya ada dua tempat itulah tempat kita kembali nanti.

Sudahkah kita tahu betapa dasyatnya siksa neraka? dan sudahkah kita yakin akan kenikmatan surga?

Sudahkah kita pantas memasuki surga? dan sudahkah kita yakin bisa terhindar dari siksa neraka?

Semoga tempat kembali kita adalah tempat terbaik disisi ALLAH SWT

4. Masa lalu dan masa depan

Masa lalu adalah pelajaran berharga yang harus kita ingat baik-baik. sedangkan masa depan adalah sesuatu yang tidak pernah kita ketahui. Untuk itu, setiap hari kita diingatkan oleh ALLAH melalui setiap shalat kita untuk senantiasa diberikan petunjuk menapaki jalan yang lurus.

5. Keridloan Allah atas semua tindakan kita

Dari semua hal yang kita lakukan dahulu, sekarang maupun yang akan datang, adakah kita yakin bahwa semua itu mendatangkan ridlo ALLAH? ataukah hanya hal sekedarnya yang tidak ada nilainya, atau bahkan membawa murka ALLAH? kita perlu senantiasa memperhatikan apa yang sedang dan kita lakukan. bisa jadi hal kecil yang kita lakukan dapat membawa nilai besar disisi ALLAH. baik itu nilai kebaikan, maupun nilai keburukan.

Sedikit renungan semoga bermanfaat.

Menolong diri sendiri dengan “menolong” ALLAH


Teringat sebuah ayat motivasi luar biasa,
“Wahai orang-orang yang beriman! jika kamu menolong (agama) ALLAH, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad: 7)

Adakah yang merasa berat menjalankan amanah?

adakah yang merasa terlalu lelah untuk melangkah?

adakah yang ragu pada pertolongan ALLAH?

jika kita membaca ayat diatas lalu mempertanyakan, “apakah benar semua orang yang menolong agama ALLAH akan ditolongNya?” maka kita perlu mengingat kembali kisah-kisah sarat mujizat yang telah membuktikan betapa luar biasa ALLAH membantu hambaNya yang berjuang untuk agamanya, sebagian diantaranya:

- Musa as, saat ALLAH membukakan jalan keluar ketika beliau bersama umat dikejar bala tentara fir’aun. disaat ada kekhawatiran akan keselamatan umatnya, disaat itulah ALLAH menurunkan bantuan luar biasa yang tidak pernah terjadi sebelum dan sesudahnya, ALLAH membelah lautan merah untuk jalan. dan akhirnya beliau as beserta umatnya selamat. Sedangkan fir’aun dan pasukannya yang terus mengejar akhirnya ditimpa air laut.

- Ibrahim as, disaat ALLAH menyelamatkan beliau dari siksaan api yang siap memanggang beliau.

- Muhammad saw, disaat para malaikat turun ke bumi dan menjadi bagian dari pasukan mujahid melawan kaum quraisy. Pasukan muslim yang hanya 314 orang berhasil menumbangkan kesombongan kaum kafir yang berjumlah seribu orang dengan semua tokoh kaum musyrikin.

- Yunus as, yang diselamatkan ALLAH dari perut ikan paus.

Dan begitu banyak kisah lain yang menjadi bukti nyata betapa ALLAH menurunkan bantuanNya pada hamba-hambaNya yang berjuang membela agamaNya. Keikhlasan dan totalitas perjuangan mereka telah menyentuh kehendak ALLAH untuk menurunkan bantuanNya. Sungguh, tiada keraguan atas apa yang dijanjikan ALLAH pada umat manusia.

pertanyaannya kemudian adalah:

masihkah kita ragu?

masihkah kita enggan?

sudahkah kita menunaikan kehormatan hidup kita sebagai pembela (agama) ALLAH?

Semoga kita senantiasa diistiqomahkan dalam jalan kebenaran. aamiin…

Siapapun kita yang menjalani aktivitas dakwah Ilallah,

Siapapun kita yang senantiasa menjalani rutinitas hidup untuk mencari keridloan ALLAH,

Siapapun kita yang senantiasa berjuang untuk pertemuannya dengan ALLAH,

katakan ” BISMILLAHI ALLAHUAKBAR ! “, lalu biarkan ALLAH membantu kita dengan kuasaNya.


Sabar Menyikapi Musibah


Seorang ulama mendapat ujian hebat dalam hidupnya. Saat itu beberapa saudara mengunjungi beliau untuk menghibur. Dalam kesempatan tersebut, dengan tenang beliau berkata: “Aku telah membuat obat dengan 6 resep”. Yang lain lalu bertanya, “apa itu?”. beliau menjawab:

1. Percaya pada ALLAH

2. Aku tahu segala sesuatu yang ditakdirkan pasti terjadi

3. Kesabaran adalah hal terbaik yang musti dilakukan oleh orang yang sedang dalam ujian ALLAH.

4. Bila aku tidak dapat bersikap sabar, apalagi yang bisa aku lakukan, karena kesedihan tidak akan pernah bisa menolong diriku.

5. Bisa jadi aku tertimpa sesuatu yang lebih buruk dari ini.

6. Dari waktu ke waktu aku hanya menikmati kegembiraan.

SUBHANALLAH..

Betapa indahnya urusan kaum muslim itu. Jika ia mendapat nikmat ia besyukur, itu terbaik baginya. jika ditimpa musibah ia bersabar, itu yang terbaik baginya.

Saudaraku, selalu ada hikmah dibalik musibah. Dan selalu ada balasan dari tiap kesabaran. Mari senantiasa berbaik sangka pada ALLAH, karena sungguh, ALLAH lah yang paling mencintai kita. CintaNya tidak hanya lewat suka dan tawa kita, tapi juga lewat musibah dan bencana. Dan yakinlah, ALLAH yang menguasai segalanya tidak akan zalim pada umatNya.

“kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” ( QS. 23:62 )

“karena sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” ( QS 94: 5-6 )

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: Allah swt telah berfirman: “Aku adalah tergantung dalam zhan (prasangka) hamba-Ku kepada-Ku. Sesungguh-nya Aku selalu beserta hamba-Ku selagi dia berdzikir kepada-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Segala puji bagi ALLAH, semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar.

Selalu Ada Kemudahan


Setiap manusia pasti mempunyai masalah. Sering kali kita dihadapkan dengan ujian hidup. Ada yang begitu berat untuk dihadapi, ada yang begitu ringan untuk diselesaikan. Tapi satu hal yang perlu kita sadari, semua orang pasti mendapatkan ujian. semua orang menghadapi masalahnya masing-masing. Yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah seberapa cerdas menyikapinya, seberapa siap menghadapinya, dan seberapa cantik menyelesaikannya.

mari merenungi isyarat dari ALLAH;

“Apakah kamu mengira kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan sehingga berkatanya rasul dan orang-orang beriman bersamanya:”Bilakah datangnya pertolongan ALLAH?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan ALLAH itu amat dekat.” (QS. 2:214)

Saudaraku, mari kuatkan keyakinan kita terhadap pertolongan ALLAH. Dan dengan ijinNya, pancaran cahaya akan membantu kita menjalani semua ujian dengan berkah, hingga semua masalah dapat berakhir dengan indah.

mari kembali merenungi ayat cinta dariNya,

“kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” ( QS. 23:62 )

“karena sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” ( QS 94: 5-6 )

“…Barang siapa bertaqwa kepada ALLAH niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada ALLAH niscaya ALLAH akan mencukupkannya…” ( QS 65: 2-3 )

Tidakkah kita melihat pertolongan yang dijanjikan ALLAH pada seluruh umatNya?


ada 5 tipe manusia yang hidupnya selalu menderita:

Manusia yang mengira bahwa hidup ini selalu mulus.
Manusia yang mengira bahwa dia akan selalu menghadapi peristiwa yang diharapkan.
Manusia yang mengira bahwa dia akan selalu dicintai orang lain.
Manusia yang terlalu mencintai sesuatu.
manusia yang tidak bergantung pada ALLAH SWT.

Untuk itu, jika kita ingin hidup bahagia, kita harus mempunyai kesiapan:


Siap menjalani hidup yang berliku-liku, penuh hambatan dan gangguan.
Siap menjalani peristiwa yang tidak diharapkan.
Siap dibenci orang.
Siap untuk tidak terlalu mencintai benda atau manusia lainnya.
Siap menggantungkan semua hanya pada ALLAH SWT saja.

Senin, 05 Desember 2016

Wirid Cak Nun


CAK NUN MEMILIKI BANYAK WIRID DAN JUGA SYAIR-SAYR INDAH DI BAWAH INI, SILAHKAN DISIMAK DENGAN SEKSAMA.

W-1. WIRID KASIH SAYANG Ya Mannaan
Ya Allaahu ya mannaanu yaa kariim, ya allaahu ya rahmaanu ya rahiim
Ya Allaahu ya fattaahu yaa haliim, ya allaahu ya rahmaanu ya rahiim

W-2. WIRID PENJAGAAN Ya Hafiidh
Ya hafiidh, ya hafiidh, ihfadhnaa. Ya rahiim, ya rahiim, irhamnaa

W-3. WIRID KETERTINDASAN Dholamuuna
Allaahumma dholamuuna fahfadhnaa
warhamnaa wanshurnaa warzuqnaa

W-4. WIRID KEPENGASUHAN Ma Lanaa
Ya Allah maa lanaa maulan wa waliyyan siwaaka ya Allah

W-5. WIRID KEKUATAN Huwal’aziizulqowiyyu
Huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwal ‘aziizul qowiyyul qoodiru
dzul quwwatil matiinul muqtadirul jabbaarul mutakabbirul qoohirul qohhaar

W-6. WIRID PAMRIKSA Huwal’adhiimulhaliimu
Huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwal ‘adhiimul haliimul khobiirul
mubiinul haadii ‘allaamul ghuyuub

W-7. WIRID KESAKSIAN Huwalmukhiithul’aliimu
Huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwal mukhiithul ‘aalimu
robbusysyahiidul hasiibul fa’’aalul khollaaqul khooliqul baari-ul mushawwir

W-8. WIRID LOLOS BAHAYA La yadhurru
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardli
wa laa fissamaa-i wa huwassamii’ul ‘aliim

W-9. WIRID PENGUSIRAN ’Alimun biasrori
‘Aliimun bi-asroorii khobiirun bihaajatii samii’un bashiirun
bilquluubi wamaa hawat, bismika arjuu naila maa thaalibii
bijaahika falamlaaka jam’an tasaara’at

W-10. WIRID PINTU TERBUKA Ya Mufattihal-abwab
Ya mufattihal abwaab, yaa musabbibal asbaab, yaa muqallibal quluubi
wal abshaar, yaa mudabbiral laili wannahaar, yaa muhawwilal haala
wal ahwaal, hawwil haalanaa ilaa ahsanil ahwaal

W-11. WIRID PENCAHAYAAN Qalbi nuron
Allaahummaj’al qalbii nuuran wa sam’ii nuuran wa basharii nuuran wa lisaanii nuuran wa yadayya nuuran wa rijlayya nuuran wa jamii’ajawaarihi nuuran yaa nuural anwaar

W-12. WIRID KECUKUPAN Kafa billah
Wa kafaa billaahi robba wa kafaa billaahi waliyyaa
wa kafaa billaahi nashiiraa wa kafaa billaahi razzaaqaa

W-13. WIRID JALAN KELUAR Ya Shohibi
Yaa shoohibii ‘inda kulli syiddatin wa yaa ghiyaatsii ‘inda kulli kurbatin sholli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin, waj’al lii min amrii farajan wa makhrajan

W-14. WIRID KECINTAAN Nawwir Yusufa
Allaahumma ya baduuh yaa baduuh yaa baduuh nawwir yuusufa fii wajhii wa khootama sulaimaana ‘alaa lisaanii wa shouta daawuuda fii ‘indii bibarokati laa ilaaha illallaah muhammadur rasuulullah

W-15. WIRID KEMUDAHAN La Sahla
Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahuu sahlan, wa anta yaa allaah in syi’ta ja’altas sho’ba sahlan, sahhil lanaa umuuronaa wa yassir lanaa warhamnaa innaka anta arhamur roohimiin

W-16. WIRID MOHON AMPUNAN Ilahi lastu
Ilaahii lastu lilfirdausi ahlan walaa aqwaa ‘ala naaril jahiimi, fahablii taubatan waghfir dzunuubii fa innaka ghoofirudz-dzanbil ‘adhiimi

W-17. WIRID KABUL Ya Lathif
Ya Lathiif 129 X 129 Alaa ya’lamu man kholaqa wa huwallathiiful khabiir…innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir

W-18. WIRID TAK SANGKA La Yahtasibuu
Min haitsu laa yahtasibuu

W-19. WIRID PELIPUR LARA Thibbil Qulub
Allahu X4 ya rabbi shalli ‘alal mukhtar thibbil qulub

W-20. WIRID PENAMPUNGAN Liannahum
Liannahum khodzaluuni, fakun yaa ‘aziizu naashirii
Liannahum abghodhuunii, fakun yaa waduudu habiibii
Liannahum khodza’uunii, fakun yaa ‘aadlu hakami
Liannahum haramuunii, fakun yaa basithu raziiqi
Liannahum amradhuunii, fakun yaa syaafii mulathifi
Liannahum tharaduuni, fa amini ya Mannanu aamiinii
Liannahum fatanuunii, fa kun yaa ra’uuf masih dumu’ii
Auba’unii fii dhulumatin, fa minka yaa nuur altamisunuri
Liannahum jaahiluu wa jahhaluu yaa ilaahii
Yaa ‘aziiz yaa Mannaan

W-21. WIRID PANGGILAN Maulan Siwallah
Allah X4 maa lanaa maulan siwallaah,
kulla maa naadaita yaa Hu qala yaa ‘abdii anallaah

W-22. DUH GUSTI
Duh Gusti mugi paringo ing margi kaleresan, kados margining manungso kang manggih kanikmatan, sanes margining manungso kan Paduka laknati

W-23. ASTAGHFIRULLAH
Astaghfirullah wabbal baraayaa, astaghfirullah minal khathayaa Rabbii zidnii ‘ilman naafi’an, wawaffiqnii ‘amalan maqbuulaa

W-24. YA RABBI YA RAHMAN
Ya rabbi ya rahman anta muzilul Qur’an, ya rabbi ya rahman
anta mutsbitul Islam, irhamna jami;an warzuqnaa waasi’an,
ya Allah X2 khaliqul anaam

W-25. YA ALLAH YA `ADHIM
Yallah ya ‘adhiim antal ‘adhiim qad hammana hammun ‘adhiim, wa kullu hammin hammanaa yahuunu bismika ya ‘adhim

W-26. ILIR-ILIR
Lir ilir X2 tandure wus sumilir takijo royo-royo
tak senggo temanten anyar
Bocah angon X2 peneken blimbing kuwi
lunyu-lunyu yo peneken kanggo mbasuh dodot iro
Dodot iro X2 kumitir bedah ingin pinggir,
dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung jembar kalangane, mumpung padhang rembulane
Yo surako surak hiyo

W-27. WIRID JANGAN DIPECAT La takhrijna
Allahumma la takhrijna min jannatika,
Allahumma la takhrijna min hifdika
Allahumma la takhrijna min quwwatika,
Allahumma la takhrijna min barakatika
Allahumma la takhrijna min `izzatika,
Allahumma la takhrijna min haulika

W-28. KALIMAH THAYYIBAH
Subhanallaah walhamdulillaah walaailaaha illallaah

W-29. WIRID HIDUPNYA KEHIDUPAN Ya Hayyu Hina la hayya
Ya hayyu hiina laa hayya, yaa hayyu muhyil mautaa. ya hayyu laa illaaha illaa anta, allaahumma maddidnaa waj’alnaa min kulli hammin makhrajan wa farajan

W-30. WIRID TAUHIDI
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu annal hayaata walmauta lillah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu annarrizqa wal hifdha lillah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna ghairallaahi laisal ilaah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna hijratii wa jihaadii ilallah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan
habiibii wa imaamii

W-31. WIRID PELEPASAN La ilaha illa anta
Laa ilaaha illaa anta subhaana innii kuntu minadhdhoolimiin

W-32. WIRID PERAHMATAN Wa ma romaita
Wamaa romaita idz romaita walaakinnallaaha romaa

W-33. WIRID TANGKISAN Afahasibtum
Afahasibtum annamaa kholaqnaakum ‘abatsan wa annakum ilainaa laa turja’uun. Fata’aalalloohul maalikul haqqu laa ilaaha illaa huwa robbul ‘arsyil kariim. Fa mayyad’u ma’alloohi ilaahan aakhoro laa burhaana lahuu bihii fa innamaa hisaabuhu ‘inda robbihii, innahuu laa yuflikhul kaafiruun. Wa qur robbighfir warham wa anta khoirurrohimiin.

W-34. WIRID KEMENANGAN Inna fatahna
Innaa fatahnaa laka fahan mubiinaa, liyaghfira lakallaahu maa taqaddama min dzanbika wamaa ta-akhkhara, wa yutimma ni’matahuu ‘alaika wa yahdiyaka shiraatan mustaqiimaa

W-35. WIRID PEMENUHAN Wa nuridu
Wa nuriidu an namunna ‘alalladziina-studh’ifuu fil ardli wa naj’aluhum a-immatan wa naj’aluhumul waaritsiin

W-36. WIRID PENGHANCURAN Lau anzalna
Lau anzalnaa haadzal qur’aana ‘alaa jabalin laro-aitahuu khoosyi’an mutashoddi’an min khosyyatillaah, wa tilkal amtsaalu nadhribuhaa linnaasi la’allahum yatafakkaruun

W-37. WIRID PENUNTASAN Innama amruhu
Innamaa amruhuu idzaa araada syai-an ayyaquula lahuu kun fayakuun, fasubhaanalladzii biyadihii malakuutu kulli syai-in wa ilaihi turja’uun

W-38. WIRID PERLINDUNGAN Wala ya’uduhu
Ayatul Kursiyy 9X walaa yauuduhu hifdhuhuma

W-39. WIRID SUMELEH Anta ta’lam
Ilaahii anta ta’lamu maa nuriid

W-40. WIRID KETENTERAMAN Salamun qaulan
Salaamun qaulan mir-robbir-rohiim

W-41. WIRID PENYAMARAN La tudrikuhul abshor
Laa tudrikuhul abshaara wahuwa yudrikul abshaara
wa huwallathiiful khabiir

W-42. WIRID PENGADILAN Ja-al haq
Wa qul jaa-al haqqu fazahaqal baathil, innal baathila kaana zahuuqaa

W-43. WIRID BEBAS ADZAB Wama kanallahu
Wa maa kaanallaahu liyu’adzdzibahum wa anta fiihim
wa maa kaanallaahu mu’adzdzibahum wahum yastaghfiruun

W-44. AL-ASMAUL HUSNA Nas-aluka
Nas – Aluka Yaa Man Huwallahulladzii Laa Ilaaha Illaahu
Awarrohmaanur Rohimul Almalikul Qudduusus Salaamul Mu’minul
Muhaiminul ‘Aziizul Jabbaar – Almutakabbirul Khooliqulbaariul Mushowirul Ghoffar
Walqohharul Wahaabur Rozzaaqul Fattaahul ‘Aliim – Alqoobidhul Baasithul Khoofidhur Alroofi’ul Mu’izzul Mudhillus Samii’ul Bashiirul Hakamul’adl – Allathiiful Khobiir – Alhaliimul ‘Adhim – Alghofurus Syakuur – Al’aliyul Kabiirul Hafiidhul Muqiit – Alhasiibul Jaliil Al Kariimur Roqiibul Mujiibul Waa Si’ul Hakiimul Waduudul Majiidul Baa’itsus Syahid –
Alhaqqulwakiil – Alqowiyul Matiin – Alwaliyul Hamiid – Almuhshil Mubdiul Mu’iid – Almuhyil Mumiitul Hayyul Qoyyum – Alwaajidul Maajidul Waahidus Shomadul Qoodirul
Muqtadirul Muqoddimul Muakh Khirul Awwalul Akhiir – Addhoohirul Baatinul Waalil Muta’al Bar Ruttawwaaabul Muntaqimul ‘Afuwwur Roufum
Maalikul Mulki Dzul Jalaali Qal Ikroom – Almuqsitul Al Jaami’ul Ghoniyul Mughnil
Maani’ud Dhoor Runnaafi’un Nuurul Haadii Badii’ul Baaqii – Alwaaritsur rosyiidus
Shobuurulladzi ladza kamits lihi Syaiun Wawas Samii’ul Bashiir – Alloohumma Solli Afdhollas Sholati’alaa As’adi MAkhluuqoo Tika Sayyidinaa Muhammadiwa’alaa alihii
Washohbihii wasallim ‘Adada Ma’luu Maatika Wamidaa Dzakalimaa Tika Kullamaa
Dzakaro Kad Dzaakiruuna Waghofala ‘An Dzikrihil Ghoofiluun.

W-45. MUDAH URUSAN Robbisyrokhlii
Robbisyrohlii shodrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatan
min lisaanii yafqohuu quolii

W-46. MELAWAN KEBOHONGAN Bimaa kadzdzabuun
Robbinshurnii bimaa kadzdzabuun

W-47. KESENDIRIAN Khoirul Waritsin
Robbii laa tadzarnii fardan wa anta khoirul waaritsiin

Senin, 28 November 2016

Penggalan puisi mbah Ali ma'sum Krapyak

Inilah Syiir Mbah Ali Maksum Krapyak

Mahbib, NU Online | Selasa, 03 Maret 2015 10:04

Jakarta, NU Online
Peringatan wafatnya Almaghfurlah KH Ali Maksum baru saja usai kemarin. Rais Aam Syuriah PBNU (1981-1984) yang lahir pada 2 Maret 1915 tersebut wafat dalam usia 74 tahun pada Kamis malam Jumat, 7 Desember 1989 (9 Jumadil Awal 1410 H). Haulnya yang ke-26 dihadiri ribuan warga Nahdliyin yang memenuhi halaman Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, Sabtu (28/2).<>

Pak Ali, demikian para santrinya menyapa, banyak melahirkan karya baik buku maupun syiir (syair bernada) penggugah jiwa. Isi kandungan dari “syiir shalawatan” gubahan Kiai Ali mengingatkan kaum muslimin tentang kondisi kehidupan yang mesti dialami oleh setiap orang yang wafat. Ketika wafat, seseorang akan berpisah dari keluarga dan harta bendanya.

Setelah mengantar ke kuburan, mereka lalu meninggalkannya. Seluruh harta yang ditinggalkan tidak akan dibawa, kecuali selembar kain kafan. Ironisnya, bahkan harta warisannya bakal menjadi rebutan. Saat menghadap kehadirat Allah dalam keadaan sendirian nyaris tanpa teman seorang pun.

Berikut petikan syiir karya Mbah Ali Ma’shum dalam bahasa Jawa:

Kulo sowan nang Pangeran // Kulo miji tanpo rencang //

(Aku menghadap Tuhan. Aku sendirian tanpa teman)

Tanpo sanak tanpo kadang // Bondho kulo ketilaran //.

(Tanpa keluarga tanpa famili. Hartaku pun ketinggalan)

Yen manungso sampun pejah // Uwal saking griyo sawah //

(Jika manusia sudah mati, berpisahlah dari rumah dan sawah)

Najan nangis anak simah // Nanging kempal boten betah //.

(Meski anak istri menangis, [mereka] tak akan betah menemani)

Senajan berbondho-bondho // Morine mung sarung ombo //

(Kendati kaya raya, kain kafannya hanya sarung besar)

Anak bojo moro tuwo // Yen wis nguruk banjur lungo //.

(Anak, istri, mertua, kalau selesai menimbun [makam] lalu pergi)

Yen urip tan kebeneran // Bondho kang sak pirang-pirang //

(Jika hidupnya penuh kebetulan, harta yang bertumpuk-tumpuk)

Ditinggal dienggo rebutan // Anak podho keleleran //.

(Ditinggal dibuat rebutan, anak pun jadi terabaikan)

Yen sowan kang Moho Agung // Ojo susah ojo bingung //

(Jika menghadap Tuhan Maha Agung, jangan susah jangan bingung)

Janji ridhone Pangeran // Udinen nganggo amalan.

(Janji ridlo Tuhan, carilah dengan amal sholeh). (Musthofa Asrori/Mahbib)

Minggu, 27 November 2016

Puisi jawa

PEPADANG BAKAL TUMEKA
angrantu sinambi jumangkah ing dalan kang peteng kebak sandungan
mecaki lurung lurung kang dawa satengahing ara-ara samun
bumi kang kapidak kebak sinengker
anggawa ganda bacin
manuk manuk dhandhang kekitrang wayah sore
peteng kang gemuleng ing angganing manungsa

wus sinerat ana ing kitab duk ing uni
pepadang bakal tumeka anggawa kabar bebungah
kanggo kita sami jalma manungsa
kang bakal amadhangi lurung-lurung, dalan-dalan lan ara-ara samun
amadhangi sakendhenging jagat raya
mara gage kita sami tumenga ing angkasa
mangayubagya rawuhipun sang pepadhang
kanthi mesu raga nutup babahan nawa sanga
mangestu nampi pepadhang .....

jakarta wanci adven minggu kaping kalih warsa 2009
----------------------------------------------------------

WAYAH ESUK PEDUT ANGENDANU
jakarta 8 april 2009
rong puluh tahun kepungkur aku lan sliramu nate mlaku ana dalan kene
saklawase ora nate ketemu
saliramu lan saliraku wus beda ora kaya biyen nalika isih tak kanthi
gandaning wengi mau isih sumrebak ngebaki pedut wayah esuk

wus aja mbok tangisi lakon kang wus kapungkur
wus pirang wayah ketiga tak lakoni nganti rambut warna ireng lan putih
ing dalan iki rong puluh tahun kepungkur
ana cerita rinajut endah

dik, kala kala sliramu isih dadi impenku
pirsanana ana nduwur kae
ana teja manther ing sela-selaning gegodongan
lan lintang panjer wengi sing isih kari sakmenir gedhene

saiki aku lan sliramu linambaran rasa kangen
simpenen kangenmu ana impen 
-----------------------------------------

PETENGING WENGI
maymintaraga 19 april 2009
sumribit angin ngelus langit sore
manuk sriti bali ing pucuking cemara
nganti tekaning wengi sing nyenyet
gawang-gawang katon pasuryanmu

gawe tambah kekesing angin sore
tumlawung rasa kang ngulandara
wengi bakal tumeka maneh
bareng karo wewayanganmu
kang bakal ngebaki impen petenging wengi

lumaku turut petenging lurung
bakal gawang-gawang campur mega-mega
apa kudu tak buwang bareng karo lumingsiring wengi ?
------------------------------------------------------------

NYAWANG PUCUKING GUNUNG SUMBING
maymintaraga 19 april 2009
sawah lan pategalan bawera
lumaku saktengahing kunang-kunang
kumelip nggawa wisik saka pucuking gunung sumbing
tak goleki ngendi panggonanmu

bapa biyung kang wus tumeka ing kasedan jati
anakmu isih nyawang pucuking gunung sumbing
ana ing saktengahing sawah pategalan sing dadi pangeling

o, bapa lan biyung...
saiki panggonanmu ing pangayunaning pangeran
isih bisa nyawang ana ing panggonan iki
sawangen anakmu 

----------------------------------------------
KEKUDANGANKU
maymintaraga 19 april 2009
o, ngger sang ponang jabang bayi
bebarengan tangismu kang kejer sumusup ing wengi
sira wus lahir kanthi slamet
nyawang gumelaring jagat raya

yen sira nangis tak emban lan tak tembangake dandang gula lingsir wengi
kapurih sira bisa turu kanthi tentrem
yen sira mesem tak kudang tak liling

o, ngger sang ponang jabang bayi
tak gadang dadiya wong kang luhur bebudenmu ing tembe ***

kanggo: fabian moreno setiawan lan rubi dirgantara
--------------------------------------------------------------
UDAN WAYAH SORE
maymintaraga 02 mei 2009
udan riwis-riwis nggawa angin gumanti
ora kaya nalika kang kawuri sing kebak pangarep-arep
dikaya ngapa lemah wus kebanjur teles

sesuk esuk yen sang surya wiwit sumunar
lan manuk kepodang colat-colot ana wit gedang
tak tunggu tekamu ing sak ngisore payung
tak kanthi lakumu tumeka ngendi

mbokmenawa sesuk sore wus ora udan riwis-riwis
marakake gawe kekesing ati
manuk kepodang wus mabur mangulon
nanging tetep tak tunggu tekamu ***
---------------------------------------------------------
NALIKA SEPI ....
pasuryanmu sing bening
tumiba ing banyu mili turut pletheking surya
saya suwe tansaya adoh
ninggalake sepi

tan ana sabawa gumrisiking alang alang
aku mung bisa nyawang
pasuryanmu sing kagawa banyu mili turut kali
nganti datan katon kasaput pedut

Negaraku Nyawang bumiku katon Kalbu rasane trenyuh Pemudhane makarya ala Bagaskara kang ancase nyunari Cahyane sangsaya angkuh Amarga para putra kang ala Mbangkang pituture wong tuwa Sira padha nandhang sungkawa Nalika wong kang padha ora nduwe ati Ngrusak bumi pertiwi Lan padha jejogedan Daton nganggo budi pekerti Aduh Gusti Apa iki pratandha bakal bubrah bumiku Para pemudha kang dadi penerusing bangsa Tanpa handarbeni gegayuhan Pasindone padha nguciwani Nalika ulangan padha turunan  Segara Aru Bener, pener, yekti Sliramu dadi seksi Seksi pahlawan sejati Pahlawan mulih aran awit bekti Awit mangku jejibahan Tugas luhur, jujur ing palagan Ngemban amanat Trikora ayahan Segara Aru biru lugu blak-blakan Ngemu madu Maduning bangsa satuhu Kang Asma Yos Sudarso iku Korban jiwa raga ing Segara Aru Ludira kang wekasan Kanggo nebus Irian Yos Sudarso gugur kalayan Asmanya misuwur ing bebrayan Sliramu Aru Seksi lugu Seksi bisu Satuhu baku  (Hisyam Z) Merapi  Merapi... Saka kadohan katon gagah Asep putih ndedel ing awiyat Tilas dalan lahar katon cetha Kena sunare Hyang Bagaskara Merapi... Saumpama kowe bisa crita Kabeh kadadean ing tanah Jawa Wiwit jaman Mataram Kuna Nganti madege Kraton Ngayogyakarta Merapi... Sliramu anyekseni kridhaning bangsa Wiwit nalika ngusir penjajah Walanda Jaman mardika jaman Soekarno Nganti jaman Soeharto Jaman Habibie tumekaning Megawati lan Susilo Merapi dadi saksi  (Puthu Aryana)   Kembang Mlathi Daksebar kembang mlathi Ing Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa kang sejati Luhku tumetes... tes... netesi bumi Aku rumangsa dosa Durung bisa melu labuh negara Amung sekar mlathi iki Tandha setya lan janji Bakal melu napak suci Labuh nagri alelandhesan ati suci Dadi pepenget Agustus iki dina mulya lan suci  (R. Widiyati)   Api Abadi Mrapen Latu kuwi, tansah murub Ora nggubris kiwa tengene Nadyan digrujug tirta Nadyan maruta padha teka Nanging latu kuwi ora surut Latu kuwi, tansah murub Kaya latu kang ana jero ati Angel dipateni lan angel diadhemake Latu kuwi, tansah murub Ing mrapen dununge Ninggal sejarah Kanggo anak putu  (R. Tantiningsih)   Kitir Kitir iki Isi panantangku marang wengi Sing kebacut anggone nguja sepi Dolanan swarane asu baung nggeririsi Kitir iki Wujud pangundhamanaku marang awang-awang Sing kebacut brangasan Ngrentengi lintang, nguntal rembulan Kitir iki Srana gugatku marang isen-isening jagad Sing pijer royokan brekat Tan keguh njaluk ruwat  (Sumono Sandy Asmon) Koran Taktunggu tekamu Saben dina ing omahku Kabar kang daktunggu Saka awakmu Nambahi wawasanku Mosak-masike donya Maju mundure negara Minangka warta Koran minangka alat komunikasi Kang kudu diwerdi Mula ora ketinggalan informasi  (Harum Sunya Iswara)   Wutah Getihku Gumelar jembar bumi asri Sumunar sumringah sunare bagaskara Padhang sumilak hanelai jagad Nuswantara Bumi pusaka wus kawentar Ombak-ombak samodra, kencana kang ngrenggani Wutah getihku daktresnani Kawulamu.... Guyub rukun anambut kardi Jeroning swasana tentrem lan mardika Gilig ing tekad manunggal Cumithak jeroning ati, bebarengan ambangun Aku lila.... Korban jiwa raga kanggo bumiku Nadyan awak ajur dadi sawur Lan getihku mblabar mili, netes ing bumi pertiwi Labet raharjaning nagara Lumantar iki.... Isining atiku ginurit Prasetyaku thukul saka ati kang tulus Njaga langgenging kamardikan Donga pujiku kebak kaendahan, kanggo wutah getihku (Mahardono Wuryantoro) Ibu Tresna asih ibu Ora ana kang bisa ngganteke Kesabaran ibu kang kebak wutuh Ora bisa daklaleke Do’a ibu kang tulus tansah ngiringi awakku pengorbanane kang tanpa wates ora bisa winales Ibu . . . pituturmu bakal dakrungu tresna asihmu marang aku ora bakal puput Pandongaku ibu… Muga Gusti tansah nyembadani (Dening Yossanti) Apike Alam Ati sing lara dadi waras Yen ndeleng apike alam iki Pikiran sing lesu dadi tuntas Ndeleng ciptan sing Kuasa Matur syukur marang Gusti Sing wis nyiptake bumi iki Lan saisine Kita kudu ngrawat alam iki Marang dunya kang luwih apik

Kidung jawa

Geguritan Bahasa Jawa Tema Alam, Ibu Guru dan Cinta

1. Pahlawanku

BACA JUGA:  DP BBM Bahasa Jawa Gokil Terbaru

(R. Tantiningsih)
Pahlawanku
Wutahing ludirmu
Nyiram ibu pertiwi
Nadyan sang ibu
Kudu muwun sedhih
Karajang-rajang manahe
Karujit-rujit rasa pangrasane

Pahlawanku
Mugya Gusti paring nugraha
Semana gedhene bektimu
Jiwa raga, bandha donya
Tanpa sisa
Amung siji pangajabmu
Merdika

2. Segara Aru

(Hisyam Z)

Bener, pener, yekti
Sliramu dadi seksi
Seksi pahlawan sejati
Pahlawan mulih aran awit bekti

Awit mangku jejibahan
Tugas luhur, jujur ing palagan
Ngemban amanat Trikora ayahan
Segara Aru biru lugu blak-blakan

Ngemu madu
Maduning bangsa satuhu
Kang Asma Yos Sudarso iku
Korban jiwa raga ing Segara Aru

Ludira kang wekasan
Kanggo nebus Irian
Yos Sudarso gugur kalayan
Asmanya misuwur ing bebrayan

Sliramu Aru
Seksi lugu
Seksi bisu
Satuhu baku

3. Merapi

(Puthu Aryana)

Merapi…
Saka kadohan katon gagah
Asep putih ndedel ing awiyat
Tilas dalan lahar katon cetha
Kena sunare Hyang Bagaskara

Merapi…
Saumpama kowe bisa crita
Kabeh kadadean ing tanah Jawa
Wiwit jaman Mataram Kuna
Nganti madege Kraton Ngayogyakarta

Merapi…
Sliramu anyekseni kridhaning bangsa
Wiwit nalika ngusir penjajah Walanda
Jaman mardika jaman Soekarno
Nganti jaman Soeharto
Jaman Habibie tumekaning Megawati lan Susilo
Merapi dadi saksi

4. Kembang Mlathi

(R. Widiyati)

Daksebar kembang mlathi
Ing Taman Makam Pahlawan
Kusuma Bangsa kang sejati
Luhku tumetes… tes… netesi bumi
Aku rumangsa dosa

Durung bisa melu labuh negara
Amung sekar mlathi iki
Tandha setya lan janji
Bakal melu napak suci
Labuh nagri alelandhesan ati suci
Dadi pepenget Agustus iki dina mulya lan suci

5. Api Abadi Mrapen

(R. Tantiningsih)

Latu kuwi, tansah murub
Ora nggubris kiwa tengene
Nadyan digrujug tirta
Nadyan maruta padha teka
Nanging latu kuwi ora surut

Latu kuwi, tansah murub
Kaya latu kang ana jero ati
Angel dipateni lan angel diadhemake

Latu kuwi, tansah murub
Ing mrapen dununge
Ninggal sejarah
Kanggo anak putu

6. Kitir

(Sumono Sandy Asmon)

Kitir iki
Isi panantangku marang wengi
Sing kebacut anggone nguja sepi
Dolanan swarane asu baung nggeririsi

BACA JUGA:  Contoh Pidato Kemerdekaan Bahasa Jawa 17 Agustus

Kitir iki
Wujud pangundhamanaku marang awang-awang
Sing kebacut brangasan
Ngrentengi lintang, nguntal rembulan

Kitir iki
Srana gugatku marang isen-isening jagad
Sing pijer royokan brekat
Tan keguh njaluk ruwat

7. Koran

(Harum Sunya Iswara)

Taktunggu tekamu
Saben dina ing omahku
Kabar kang daktunggu
Saka awakmu

Nambahi wawasanku
Mosak-masike donya
Maju mundure negara

Minangka warta
Koran minangka alat komunikasi
Kang kudu diwerdi
Mula ora ketinggalan informasi

8. Wutah Getihku

(Mahardono Wuryantoro)

Gumelar jembar bumi asri
Sumunar sumringah sunare bagaskara
Padhang sumilak hanelai jagad Nuswantara
Bumi pusaka wus kawentar

Ombak-ombak samodra, kencana kang ngrenggani
Wutah getihku daktresnani

kawulamu….
Guyub rukun anambut kardi
Jeroning swasana tentrem lan mardika
Gilig ing tekad manunggal
Cumithak jeroning ati, bebarengan ambangun

Aku lila….
Korban jiwa raga kanggo bumiku
Nadyan awak ajur dadi sawur
Lan getihku mblabar mili, netes ing bumi pertiwi
Labet raharjaning nagara

Lumantar iki….
Isining atiku ginurit
Prasetyaku thukul saka ati kang tulus
Njaga langgenging kamardikan
Donga pujiku kebak kaendahan, kanggo wutah getihku

9. Ibu

(Dening Yossanti)

Tresna asih ibu
Ora ana kang bisa ngganteke
Kesabaran ibu kang kebak wutuh
Ora bisa daklaleke

Do’a ibu kang tulus
tansah ngiringi awakku
pengorbanane kang tanpa wates
ora bisa winales

Ibu . . .
pituturmu bakal dakrungu
tresna asihmu marang aku
ora bakal puput
Pandongaku ibu…
Muga Gusti tansah nyembadani\

10. Apike Alam

Ati sing lara dadi waras
Yen ndeleng apike alam iki
Pikiran sing lesu dadi tuntas
Ndeleng ciptan sing Kuasa

Matur syukur marang Gusti
Sing wis nyiptake bumi iki
Lan saisine
Kita kudu ngrawat alam iki
Marang dunya kang luwih apik

Itulah   10 Geguritan Bahasa Jawa dan sepuluh tema di dalamnya silahkan contoh untuk bahan pertimbangan .