Cuba kita praktikan Sunnah Rasullah s.a.w ini dengan istiqamah. Sabda Rasullah s.a.w
"Lakukanlah Qailulah, kerana sesungguhnya syaitan itu tidak berani Qailulah" (Riwayat
ai-Tabrani)
Apa itu Qailulah ?
Qailulah ialah tidur sebentar pada siang hari.
Bila waktu paling sesuai untuk amalkan Qailulah ?
Mengikut pengalaman mereka yang istiqamah mengamalkan Qailulah, waktu paling baik
ialah antara pukul 12 tengahari sehingga sebelum Zohor. Namun boleh juga dilakukan
selepas Zohor.
Apakah kelebihan atau Kebaikan Qailulah ?
Mengikut kajian, 1 minit Qailulah kualitinya bersamaan dengan 45 minit waktu tidur kita
di waktu malam. Jadi, cukup sekadar dapat 15 minit Qailulah, kita sudah boleh bangun
solat malam tanpa rasa mengantuk, insyaAllah.
Qailulah @ tidur sekejap waktu tengahari akan memudahkan kita untuk bangun malam
dan berqiamulail.
Orang barat memanggil Qailulah sebagai "nap". Di negara barat biasanya "nap" dilakukan
dari pukul 2-4 petang. Hasil kajian menunjukan amalan "nap' waktu tengahari dapat
mengelakkan penyakit jantung.
Menurut kajian lagi, manusia perlu berehat setelah 6-8 jam berjaga. Kita orang Islam akan
bangun seawal jam 5.30 pagi untuk solat subuh. kalau dikira dari waktu subuh hingga
pukul 12-1 tengahari, ia sudah cukup 7-8 jam kita berjaga. Jadi Qailulah @ nap ini adalah
sangat-sangat berpatutan untuk dilakukan pada masa itu. Ia sangat sesuai denga fitrah
badan manusia.
Menurut mereka yang istiqamah mengamalkan Qailulah, sebaik bangkit dari Qailulah,
kita mungkin akan pening sedikit selama 5-20 minit. Tetapi selepas itu, kita akan
mendapati perubahan mendadak dari segi emosi, kecerdasan dan fokus.
Sama-samalah kita amalkan sunnah Qailulah ini. Renung-renungkan dan selamat
beramal.
Minggu, 25 Agustus 2013
Rahsia dan Kelebihan Qailulah
Selasa, 20 Agustus 2013
Puisi
DOA 2
Ya Allah..
Engkaulah penguasa alam semesta
Engkaulah pemilik segala-galanya
Engkau Dzat yang Maha Berkehendak atas segala kejadian
Jadikan semua kejadian
menambah semakin yakinnya kami kepada-Mu
Wahai Dzat yang Maha Melihat
Sesungguhnya Engkau Maha Melihat segala-galanya
yang nampak atau pun yang tidak nampak
Tiada kesanggupan bagi kami untuk sembunyi dari-Mu
Wahai Dzat yang Maha Mendengar
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang kami perlukan,
lebih tahu daripada kami sendiri
Tiada keraguan sama sekali
bahwa sikap-Mu senantiasa sempurna dan bijaksana
Ya Allah…
Takdirkanlah sebaik-baik takdir bagi kami
dan berikan kesanggupan kepada kami
untuk memahami setiap keputusan-Mu
Amin
—————————————————————————————————————————————
AKU INGIN
Aku ingin terbang ke cakrawala
merobek mendung yang mengirimkan gulita
sebelum hujan menumpahkan air mata
Meski angin masih saja tiupkan risau
mengabarkan remukan-remukan sunyi
yang tertinggal di lipatan-lipatan waktu
saat hari tak selesai mengukir senyum
bersama mimpi dan harapan yang mengapung
Sedang gelisah telah mengajariku pasrah
menapak setiap jejak yang berkarat pada almanak
mengeja ayat-ayat senyap
ketika jejakmu semakin memudar
sisakan duka yang terkapar di ujung sepi
—————————————————————————————————————————————–
SAJAK SUNYI
Menghitung tahun-tahun bersamamu
sunyi seakan begitu lekat pada waktu
mendekap kegalauan
yang bersembunyi di gigil hari
Bersama geliat angin
kucari jejak rindumu
di tiap sudut reruang musim
agar sebelum senja melipat hari
dapat kulukis selarik pelangi
di sudut hatimu yang paling sepi
2009
—————————————————————————————————————————————
—-
RINDUKU
Rinduku adalah ketabahan matahari
yang rela memberi tempat bagi rembulan
di saat senja menjemput malam
—————————————————————————————————————————————-
DOA
Tuhan,
Ingin kuuntai seribu dzikir
dalam lantunan doa
yang mungkin terlambat kukirim
Meski telah kutapaki lembar-lembar waktu
mengapa aku masih saja selalu gagap
mengeja setiap isyarat
yang Kau kirim kepadaku
2009
—————————————————————————————————————————————
—-
MEMBACA JEJAK SAJAK
Membaca jejak-jejak sajak
jarak serasa semakin kekal
mimpi pun tak sempat mencatat alamat
Sementara aku terus mengambang
melayari air mata
menjemput gelisah
memeram gelombang derita
bersama kenangan yang memuat badai
Kemana lagi kutanamkan gelisahku
selain di ladang-ladang puisi
—————————————————————————————————————————————
—
KAUKAH ITU
Kaukah itu
yang datang mengetuk kalbu
mengantar segenggam rindu
bagi hati yang beku
Kaukah itu
yang datang mengguncang sukma
mengantar sebongkah rasa
bersama dendam yang membara
—————————————————————————————————————————————
—-
MEMOAR USIA
Senja mengguratkan warna
mencatati setiap musim
pada kalender tua
yang menanggalkan angka demi angka
Usia tak pernah menunggu
meski kadang kita pura-pura tak tahu
sementara keriput kulit tak pernah menipu
waktu terus berputar
kita pun tak bisa tinggal diam
karna hidup yang ada
haruslah kita beri makna
—————————————————————————————————————————————
—
LALU WAKTU
Mengenangmu kekasih,
adalah mengenang keceriaan masa kanak
yang selalu berwarna bagai kupu-kupu
Mengenangmu kekasih,
adalah mengenang kegelisahan
yang senantiasa mengharu biru perasaanku
Mengenangmu kekasih,
adalah mengenang kerinduan
yang tak pernah sempat kukabarkan kepadamu
Mengenangmu kekasih,
adalah mengenang sepenggal waktu
yang pernah ada dalam hidupku
Kamis, 15 Agustus 2013
Sejarah Islam Dunia
PEMUDA PEJUANG ISLAM
BUKTI NYATA
KE-ISTIMEWAAN ISLAM SEHARUSNYA DIIKUTI OLEH SEMUA MANUSIA APAPUN AGAMANYA
JEJAK KEGEMILANGAN UMAT ISLAM DALAM PENTAS SEJARAH DUNIA
Sejarah perjuangan umat Islam dalam pentas peradaban dunia berlangsung sangat lama sekira 13
abad, yaitu sejak masa kepemimpinan Rasulullah Saw di Madienah (622-632M); Masa Daulat
Khulafaur Rasyidin (632-661M); Masa Daulat Umayyah (661-750M) dan Masa Daulat Abbasiyah
(750-1258 M) sampai tumbangnya Kekhilafahan Turki Utsmani pada tanggal 28 Rajab tahun 1342 H
atau bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 M, dimana masa-masa kejayaan dan puncak
keemasannya banyak melahirkan banyak ilmuwan muslim berkaliber internasional yang telah
menorehkan karya-karya luar biasa dan bermanfaat bagi umat manusia yang terjadi selama kurang
lebih 700 tahun, dimulai dari abad 6 M sampai dengan abad 12 M. Pada masa tersebut, kendali
peradaban dunia berada pada tangan umat Islam.
Pada saat berjayanya peradaban Islam semangat pencarian ilmu sangat kental dalam kehidupan
sehari-hari. Semangat pencarian ilmu yang berkembang menjadi tradisi intelektual secara historis
dimulai dari pemahaman (tafaqquh) terhadap al-Qur'an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad
saw yang kemudian dipahami, ditafsirkan dan dikembangkan oleh para sahabat, tabiin, tabi' tabiin
dan para ulama yang datang kemudian dengan merujuk pada Sunnah Nabi Muhammad saw.
ERA RASULULLOH SAW (622-632M) DAN PERIODE DAULAT KHULAFAUR RASYIDIN (632-661 M)
Kesuksesan Rasulullah Muhammad Saw dalam membangun peradaban Islam yang tiada taranya
dalam sejarah dicapai dalam kurun waktu 23 tahun, 13 tahun langkah persiapan pada periode
Makkah (Makiyyah) dan 10 tahun periode Madienah (Madaniyah). Periode 23 tahun merupakan
rentang waktu kurang dari satu generasi, dimana beliau Saw telah berhasil memegang kendali
kekuasaan atas bangsa-bangsa yang lebih tua peradabannya saat itu khususnya Romawi, Persia dan
Mesir.
Seorang ahli pikir Perancis bernama Dr. Gustave Le Bone mengatakan:
“Dalam satu abad atau 3 keturunan, tidak ada bangsa-bangsa manusia dapat mengadakan
perubahan yang berarti. Bangsa Perancis memerlukan 30 keturunan atau 1000 tahun baru dapat
mengadakan suatu masyarakat yang bercelup Perancis. Hal ini terdapat pada seluruh bangsa dan
umat, tak terkecuali selain dari umat Islam, sebab Muhammad El-Rasul sudah dapat mengadakan
suatu masyarakat baru dalam tempo satu keturunan (23 tahun) yang tidak dapat ditiru atau
diperbuat oleh orang lain”.
Masa kerasulan Muhammad Saw pada akhir periode Madienah merupakan puncak (kulminasi)
peradaban Islam, karena disitulah sistem Islam disempurnakan dan ditegakkan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah ayat 3).
Generasi masa itu merupakan generasi terbaik sebagaimana firman Alloh Swt: “Kamu adalah umat
yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari
yang munkar, dan beriman kepada Alloh”. (QS. Ali Imran ayat 110).
PERIODE DAULAT UMAYYAH (661-750M)
Masa Kedaulatan Umayyah berlangsung selama lebih kurang 90 tahun. Beberapa orang Khalifah
besar Bani Umayyah ini adalah Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M), Abdul Malik bin Marwan (685-
705 M), Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M), Umar bin Abdul Aziz (717- 720 M) dan Hasyim bin
Abdul Malik (724- 743 M).
Awal berlangsungya periode Daulat Umayyah lebih memprioritaskan pada perluasan wilayah
kekuasaan. Ekspansi wilayah yang sempat terhenti pada masa Khalifah Utsman dan Khalifah Ali
dilanjutkan kembali oleh Daulat Umayyah. Pada zaman Muawiyah, Tunisia ditaklukkan. Di sebelah
Timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai
ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke ibu kota Bizantium, Konstantinopel.
Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abdul Malik. Dia
mengirim tentara menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Balkh, Bukhara,
Khawarizm, Ferghana dan Samarkand. Tentaranya bahkan sampai ke India dan dapat menguasai
Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.
Ekspansi ke Barat secara besar-besaran dilanjutkan pada zaman Al-Walid bin Abdul Malik. Masa
pemerintahan Walid adalah masa ketenteraman, kemakmuran dan ketertiban, dimana umat Islam
merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun,
tercatat bahwa pada tahun 711 M merupakan suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju
wilayah Barat Daya, benua Eropa. Setelah Al-Jazair dan Marokko dapat ditundukan, Tariq bin Ziyad,
panglima pasukan Islam, dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Marokko
dengan benua Eropa, dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar
(Jabal Tariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Dengan demikian, Spanyol menjadi sasaran
ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Cordova, dengan cepatnya dapat dikuasai. Menyusul setelah
itu kota-kota lain seperti Sevi'e, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru
setelah jatuhnya Cordova. Pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena
mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa.
Pada zaman Umar bin Abdul Aziz, serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Piranee.
Serangan ini dipimpin oleh Aburrahman bin Abdullah Al-Ghafiqi. Ia mulai dengan menyerang
Bordeau, Poitiers. Dari sana ia mencoba menyerang Tours. Namun, dalam peperangan yang terjadi
di luar kota Tours, Al-Ghafiqi terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol. Disamping
daerah-daerah tersebut di atas, pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah juga jatuh ke tangan
Islam pada zaman Bani Umayyah.
Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik di timur maupun barat, wilayah kekuasaan
Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika
Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang
sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia Tengah.
Disamping ekspansi kekuasaan Islam, Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan di
berbagai bidang. Pada bidang pengembangan keilmuan, Daulat Umayyah mengawalinya dengan
mengeluarkan sebuah kebijakan startegis. Adalah Khalifah Abdul Malik (685-705M) merupakan
Khalifah pertama yang berhasil melakukan berbagi pembenahan administrasi pemerintahan dimana
beliau memerintahkan penggunaan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan
dan kenegaraan di seluruh wilayah Islam yang membentang dari Pegunungan Thian Shan di sebelah
Timur sampai Pegunungan Pyrenees di Sebelah Barat termasuk dalam berbagai administrasi
kenegaraan lainnya yang pada perkembangan selanjutnya Bahasa Arab menjadi bahasa umum
sebagai bahasa pengantar dunia (lingua franca), juga menjadi bahasa diplomatik antar Bangsa
diantara Barat dan Timur bahkan berkembang menjadi bahasa ilmiah sampai kepada zaman
renaissance, hingga Roger Bacon (1214-1294 M) dari Oxford ahli pikir Inggeris terbesar itu, menurut
Ecyclopedia Britanica, 1951, volume II, halaman 191-197, mendorong sedemikian rupa untuk
mempelajari Bahasa Arab guna memperoleh pengetahuan yang sangat murni, yang menyatakan
bahwa: “Roger Bacon, placing Averroes beside Aristole and Avicenna, recomends the study of
Arabic as the only way of getting the knowledge which bad versions obscured”, yakni
“menganjurkan mempelajari Bahasa Arab sebagai jalan satu-satunya bagi memperoleh ilmu yang
telah dikaburkan oleh versi-versi yang jelek” sebelumnya.
Kemajuan tradisi intelektual dan ilmu pengetahuan pada zaman Daulat Umayyah di Andalusia
dirasakan oleh masyarakat Eropa. Oliver Leaman menggambarkan kondisi kehidupan intelektual di
sana sebagai berikut:
“….pada masa peradaban agung [wujud] di Andalus, siapapun di Eropa yang ingin mengetahui
sesuatu yang ilmiyah ia harus pergi ke Andalus. Di waktu itu banyak sekali problem dalam literatur
Latin yang masih belum terselesaikan, dan jika seseorang pergi ke Andalus maka sekembalinya dari
sana ia tiba-tiba mampu menyelesaikan masalah-masalah itu. Jadi Islam di Spanyol mempunyai
reputasi selama ratusan tahun dan menduduki puncak tertinggi dalam pengetahuan filsafat, sains,
tehnik dan matematika. Ia mirip seperti posisi Amerika saat ini, dimana beberapa universitas
penting berada”.
Pada bidang lainnya, pembangunan yang dilakukan Muawiyah diantaranya mendirikan dinas pos
dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di
sepanjang jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang.
Pada masanya, jabatan khusus seorang hakim (qadhi) mulai berkembang menjadi profesi tersendiri.
Qadhi adalah seorang spesialis dibidangnya. Khalifah Abdul Malik mengubah mata uang Bizantium
dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Untuk itu, dia mencetak uang
tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. Keberhasilan Khalifah
Abdul Malik diikuti oleh puteranya Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M) seorang yang berkemauan
keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. Dia membangun panti-panti untuk orang
cacat. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara
tetap. Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah
lainnya, pabrik-pabrik, gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah.
Pada lapangan perdagangan yakni pada saat peradaban Islam telah menguasai dunia perdagangan
sejak permulaan Daulat Umayyah (661-750M), dimana pesisir lautan Hindia sampai ke Lembah Sind,
sehingga terjalin kesatuan wilayah yang luas dari Timur sampai Barat yang berimplikasi terhadap
lancarnya lalu-lintas dagang di dataran antara Tiongkok dengan dunia belahan Barat pegunungan
Thian Shan melalui Jalan Sutera (Silk Road) yang terkenal itu, yang kemudian terbuka pula jalur
perdagangan melalui Teluk Parsi, Teluk Aden yang menghubungkannya dengan kota-kota dagang di
sepanjang pesisir Benua Eropa, menyebabkan “kebutuhan Eropa pada saat itu amat tergantung pada
kegiatan dagang di dalam wilayah Islam”.
PERIODE DAULAT ABBASIYAH (132H/750M s.d. 656H/1258 M)
Masa Kedaulatan Abbasiyah berlangsung selama 508 tahun, sebuah rentang sejarah yang cukup
lama dalam sebuah peradaban. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik, para
sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode: (1) Periode
Pertama (132 H/750 M-232 H/847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama; (2) Periode Kedua
(232 H/847 M-334 H/945 M), disebut pereode pengaruh Turki pertama; (3) Periode Ketiga (334 H/945
M-447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode
ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua; (4) Periode Keempat (447 H/1055 M-590 H/l194 M),
masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga
dengan masa pengaruh Turki kedua; (5) Periode Kelima (590 H/1194 M-656 H/1258 M), masa khalifah
bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad.
Tidak seperti pada periode Umayyah, Periode pertama Daulat Abbasiyah lebih memprioritaskan
pada penekanan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. Fakta
sejarah mencatat bahwa masa Kedaulatan Abbasiyah merupakan pencapaian cemerlang di dunia
Islam pada bidang sains, teknologi dan filsafat. Pada saat itu dua pertiga bagian dunia dikuasai
oleh Kekhilafahan Islam.
Masa sepuluh Khalifah pertama dari Daulat Abbasiyah merupakan masa kejayaan (keemasan)
peradaban Islam, dimana Baghdad mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat. Secara
politis, para khalifah betul-betul merupakan tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan
politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi.
Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan
dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam
bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.
Pada masa sepuluh Khalifah pertama itu, puncak pencapaian kemajuan peradaban Islam terjadi
pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid (786-809 M). Harun Al-Rasyid adalah figur khalifah shaleh
ahli ibadah; senang bershadaqah; sangat mencintai ilmu sekaligus mencintai para ‘ulama; senang
dikritik serta sangat merindukan nasihat terutama dari para ‘ulama. Pada masa pemerintahannya
dilakukan sebuah gerakan penerjemahan berbagai buku Yunani dengan menggaji para penerjemah
dari golongan Kristen dan penganut agama lainnya yang ahli. Ia juga banyak mendirikan sekolah,
yang salah satu karya besarnya adalah pembangunan Baitul Hikmah, sebagai pusat penerjemahan
yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Perpustakaan pada masa
itu lebih merupakan sebuah universitas, karena di samping terdapat kitab-kitab, di sana orang juga
dapat membaca, menulis dan berdiskusi.
Harun Al-Rasyid juga menggunakan kekayaan yang banyak untuk dimanfaatkan bagi keperluan
sosial. Rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi didirikan. Pada masanya sudah
terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter. Disamping itu, pemandian-pemandian umum juga
dibangun. Kesejahteraan, sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta
kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. Pada masa inilah negara Islam menempatkan
dirinya sebagai negara terkuat yang tak tertandingi.
Terjadinya perkembangan lembaga pendidikan pada masa Harun Al Rasyid mencerminkan terjadinya
perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan
bahasa Arab, baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah,
maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan.
Pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama juga lahir para imam mazhab hukum yang empat
hidup Imam Abu Hanifah (700-767 M); Imam Malik (713-795 M); Imam Syafi'i (767-820 M) dan Imam
Ahmad bin Hanbal (780-855 M).
Pencapaian kemajuan dunia Islam pada bidang ilmu pengetahuan tersebut tidak terlepas dari
adanya sikap terbuka dari pemerintahan Islam pada saat itu terhadap berbagai budaya dari bangsa-
bangsa sebelumnya seperti Yunani, Persia, India dan yang lainnya. Gerakan penterjemahan yang
dilakukan sejak Khalifah Al-Mansur (745-775 M) hingga Harun Al-Rasyid berimplikasi terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan umum, terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia,
farmasi, biologi, fisika dan sejarah.
Menurut Demitri Gutas proses penterjemahan di zaman Abbasiyah didorong oleh motif sosial,
politik dan intelektual. Ini berarti bahwa para pihak baik dari unsur masyarakat, elit penguasa,
pengusaha dan cendekiawan terlibat dalam proses ini, sehingga dampaknya secara kultural sangat
besar.
Gerakan penerjemahan pada zaman itu kemudian diikuti oleh suatu periode kreativitas besar,
karena generasi baru para ilmuwan dan ahli pikir muslim yang terpelajar itu kemudian membangun
dengan ilmu pengetahuan yang diperolehnya untuk mengkontribusikannya dalam berbagai bidang
ilmu pengetahuan.
Menurut Marshall, proses pengislaman tradisi-tradisi itu telah berbuat lebih jauh dari sekadar
mengintegrasikan dan memperbaiki, hal itu telah menghasilkan energi kreatif yang luar biasa.
Menurutnya, periode kekhalifahan dalam sejarah Islam merupakan periode pengembangan di
bidang ilmu, pengetahuan dan kebudayaan, dimana pada zaman itu telah melahirkan tokoh-tokoh
besar di bidang filsafat dan ilmu pengetahuan seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Farabi. Berbagai
pusat pendidikan tempat menuntut ilmu dengan perpustakaan-perpustakaan besar bermunculan di
Cordova, Palermo, Nisyapur, Kairo, Baghdad, Damaskus, dan Bukhara, dimana pada saat yang sama
telah mengungguli Eropa yang tenggelam dalam kegelapan selama berabad-abad. Kehidupan
kebudayaan dan politik baik dari kalangan orang Islam maupun non-muslim pada zaman
kekhilafahan dilakukan dalam kerangka Islam dan bahasa Arab, walaupun terdapat perbedaan-perbe
daan agama dan suku yang plural.
Pada saat itu umat Islam telah berhasil melakukan sebuah akselerasi, jauh meninggalkan
peradaban yang ada pada saat itu. Hidupnya tradisi keilmuan, tradisi intelektual melalui gerakan
penerjamahan yang kemudian dilanjutkan dengan gerakan penyelidikan yang didukung oleh kuatnya
elaborasi dan spirit pencarian, pengembangan ilmu pengetahuan yang berkembang secara pesat
tersebut, mengakibatkan terjadinya lompatan kemajuan di berbagai bidang keilmuan yang telah
melahirkan berbagai karya ilmiah yang luar biasa.
Menurut Oliver Leaman proses penterjemahan yang dilakukan ilmuwan muslim tidak hanya
menterjemahkan karya-karya Yunani secara ansich, tetapi juga mengkaji teks-teks itu, memberi
komentar, memodifikasi dan mengasimilasikannya dengan ajaran Islam. Proses asimilasi tersebut
menurut Thomas Brown terjadi ketika peradaban Islam telah kokoh. Sains, filsafat dan kedoketeran
Yunani diadapsi sehingga masuk kedalam lingkungan pandangan hidup Islam. Proses ini
menggambarkan betapa tingginya tingkat kreativitas ilmuwan muslim sehingga dari proses tersebut
telah melahirkan pemikiran baru yang berbeda sama sekali dari pemikiran Yunani dan bahkan boleh
jadi asing bagi pemikiran Yunani.
Pada masa-masa permulaan perkembangan kekuasaan, Islam telah memberikan kontribusi kepada
dunia berupa tiga jenis alat penting yaitu paper (kertas), compass (kompas) and gunpowder
(mesiu). Penemuan alat cetak (movable types) di Tiongkok pada penghujung abad ke-8 M dan
penemuan alat cetak serupa di Barat pada pertengahan abad 15 oleh Johann Gutenberg, menurut
buku Historians’ History of the World, akan tidak ada arti dan gunanya jika Bangsa Arab tidak
menemukan lebih dahulu cara-cara bagi pembuatan kertas.
Pencapaian prestasi yang gemilang sebagai implikasi dari gerakan terjemahan yang dilakukan pada
zaman Daulat Abbasiah sangat jelas terlihat pada lahirnya para ilmuwan muslim yang mashur dan
berkaliber internasional seperti : Al-Biruni (fisika, kedokteran); Jabir bin Hayyan (Geber) pada ilmu
kimia; Al-Khawarizmi (Algorism) pada ilmu matematika; Al-Kindi (filsafat); Al-Farazi, Al-Fargani, Al-
Bitruji (astronomi); Abu Ali Al-Hasan bin Haythami pada bidang teknik dan optik; Ibnu Sina
(Avicenna) yang dikenal dengan Bapak Ilmu Kedokteran Modern; Ibnu Rusyd (Averroes) pada bidang
filsafat; Ibnu Khaldun (sejarah, sosiologi). Mereka telah meletakkan dasar pada berbagai bidang
ilmu pengetahuan.
Beberapa ilmuwan muslim lainnya pada masa Daulat Abbasiyah yang karyanya diakui dunia
diantaranya:
• Al-Razi (guru Ibnu Sina), berkarya dibidang kimia dan kedokteran, menghasilkan 224 judul buku,
140 buku tentang pengobatan, diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin. Bukunya yang paling masyhur
adalah Al-Hawi Fi ‘Ilm At Tadawi (30 jilid, berisi tentang jenis-jenis penyakit dan upaya
penyembuhannya). Buku-bukunya menjadi bahan rujukan serta panduan dokter di seluruh Eropa
hingga abad 17. Al-Razi adalah tokoh pertama yang membedakan antara penyakit cacar dengan
measles. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. Sesudahnya,
ilmu kedokteraan berada di tangan Ibnu Sina;
• Al-Battani (Al-Batenius), seorang astronom. Hasil perhitungannya tentang bumi mengelilingi pusat
tata surya dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, 24 detik, mendekati akurat. Buku yang paling
terkenal adalah Kitab Al Zij dalam bahasa latin: De Scienta Stellerum u De Numeris Stellerumet
Motibus, dimana terjemahan tertua dari karyanya masih ada di Vatikan;
• Al Ya’qubi, seorang ahli geografi, sejarawan dan pengembara. Buku tertua dalam sejarah ilmu
geografi berjudul Al Buldan (891), yang diterbitkan kembali oleh Belanda dengan judul Ibn Waddih
qui dicitur al-Ya’qubi historiae;
• Al Buzjani (Abul Wafa). Ia mengembangkan beberapa teori penting di bidang matematika (geometri
dan trigonometri).
Sejarah telah membuktikan bahwa kontribusi Islam pada kemajuan ilmu pengetahuan di dunia
modern menjadi fakta sejarah yang tak terbantahkan. Bahkan bermula dari dunia Islamlah ilmu
pengetahuan mengalami transmisi (penyebaran, penularan), diseminasi dan proliferasi
(pengembangan) ke dunia Barat yang sebelumnya diliputi oleh masa ‘the Dark Ages’ mendorong
munculnya zaman renaissance atau enlightenment (pencerahan) di Eropa.
Melalui dunia Islam-lah mereka mendapat akses untuk mendalami dan mengembangkan ilmu
pengetahuan modern. Menurut George Barton, ketika dunia Barat sudah cukup masak untuk
merasakan perlunya ilmu pengetahuan yang lebih dalam, perhatiannya pertama-tama tidak
ditujukan kepada sumber-sumber Yunani, melainkan kepada sumber-sumber Arab.
Sebelum Islam datang, menurut Gustav Le Bon, Eropa berada dalam kondisi kegelapan, tak satupun
bidang ilmu yang maju bahkan lebih percaya pada tahayul. Sebuah kisah menarik terjadi pada
zaman Daulat Abbasiah saat kepemimpinan Harun Al-Rasyid, tatkala beliau mengirimkan jam
sebagai hadiah pada Charlemagne seorang penguasa di Eropa. Penunjuk waktu yang setiap jamnya
berbunyi itu oleh pihak Uskup dan para Rahib disangka bahwa di dalam jam itu ada jinnya sehingga
mereka merasa ketakutan, karena dianggap sebagai benda sihir. Pada masa itu dan masa-masa
berikutnya, baik di belahan Timur Kristen maupun di belahan Barat Kristen masih mempergunakan
jam pasir sebagai penentuan waktu.
Bagaimana kondisi kegelapan Eropa pada zaman pertengahan (Abad 9 M) bukan hanya pada aspek
mental-dimana cenderung bersifat takhayul, demikian pula halnya dalam aspek fisik material. Hal
ini sebagaimana digambarkan oleh William Drapper:
“Pada zaman itu Ibu Kota pemerintahan Islam di Cordova merupakan kota paling beradab di Eropa,
113.000 buah rumah, 21 kota satelit, 70 perpustakaan dan toko-toko buku, masjid-masjid dan istana
yang banyak. Cordova menjadi mashur di seluruh dunia, dimana jalan yang panjangnya bermil-mil
dan telah dikeraskan diterangi dengan lampu-lampu dari rumah-rumah di tepinya. Sementara
kondisi di London 7 abad sesudah itu (yakni abad 15 M), satu lampu umumpun tidak ada. Di Paris
berabad-abad sesudah zaman Cordova, orang yang melangkahi ambang pintunya pada saat hujan,
melangkah sampai mata kakinya ke dalam lumpur”.
Menurut Philip K. Hitti, jarak peradaban antara kaum muslimin di bawah kepemimpinan Harun Al-
Rasyid jauh melampaui peradaban yang ada pada orang-orang Kristen pimpinan Charlemagne.
Pertengahan abad 9 M peradaban Islam telah meliputi seluruh Spanyol. Masuknya Islam ke Spanyol
yaitu setelah Abdur Rahman ad-Dakhil (756 M) berhasil membangun pemerintahan yang berpusat di
Andalusia.
Melalui Spanyol, Sicilia dan Perancis Selatan yang berada langsung di bawah pemerintahan Islam,
peradaban Islam memasuki Eropa. Bahasa Arab menjadi bahasa internasional yang digunakan
berbagai suku bangsa di berbagai negeri di dunia. Baghdad di Timur dan Cordova di Barat, dua
kota raksasa Islam menerangi dunia dengan cahaya gilang-gemilang. Sekitar tahun 830 M, Alfonsi-
Raja Asturia telah mendatangkan dua sarjana Islam untuk mendidik ahli warisnya. Sekolah Tinggi
Kedokteran yang didirikan di Perancis (di Montpellier) dibina oleh beberapa orang Mahaguru dari
Andalusia. Keunggulan ilmiah kaum muslimin tersebar jauh memasuki Eropa dan menarik kaum
intelektual dan bangsawan Barat ke negeri-negeri pusatnya. Diantara mereka terdapat Roger Bacon
(Inggeris); Gerbert d’Aurillac yang kemudian menjadi Paus Perancis pertama dengan gelar Sylvester
II, selama 3 tahun tinggal di Todelo mempelajari ilmu matematika, astronomi, kimia dan ilmu
lainnya dari para sarjana Islam.
Tidaklah mengherankan, karena pada saat kekhilafahan Islam berkuasa saat itu Spanyol menjadi
pusat pembelajaran (centre of learning) bagi masyarakat Eropa dengan adanya Universitas Cordova.
Di Andalusia itulah mereka banyak menimba ilmu, dan dari negeri tersebut muncul nama-nama
‘ulama besar seperti Imam Asy-Syathibi pengarang kitab Al-Muwafaqat, sebuah kitab tentang Ushul
Fiqh yang sangat berpengaruh; Ibnu Hazm Al-Andalusi pengarang kitab Al-Fashl fi al-Milal wa al-
Ahwa’ wa an-Nihal, sebuah kitab tentang perbandingan sekte dan agama-agama dunia, dimana
bukti tersebut telah mengilhami penulis-penulis Barat untuk melakukan hal yang sama.
Di Andalusia (Spanyol bagian Selatan), berbagai universitasnya pada saat itu dipenuhi oleh banyak
mahasiswa Katolik dari Perancis, Inggeris, Jerman dan Italia. Pada masa itu, para pemuda Kristen
dari berbagai negara di Eropa dikirim berbondong-bondong ke sejumlah perguruan tinggi di
Andalusia guna menimba ilmu pengetahuan dan teknologi dari para ilmuwan muslim. Adalah
Gerard dari Cremona; Campanus dari Navarra; Aberald dari Bath; Albert dan Daniel dari Morley
yang telah menimba ilmu demikian banyak dari para ilmuwan muslim, untuk kemudian pulang dan
menggunakannya secara efektif bagi penelitian dan pengembangan di masing-masing bangsanya.
Dari sini kemudian sebuah revolusi pemikiran dan kebudayaan telah pecah dan menyebarluas ke
seluruh masyarakat dan seluruh benua. Para pemuda Kristen yang sebelumnya telah banyak belajar
dari para ilmuwan muslim, telah berhasil melakukan sebuah transformasi nilai-nilai yang unggul
dari peradaban Islam yang kemudian diimplementasikan pada peradaban mereka (Barat) yang
selanjutnya berimplikasi terhadap kemajuan diberbagai bidang ilmu pengetahuan.
Semaraknya pengembangan ilmu dan pengetahuan di dunia Islam diindikasikan dengan banyaknya
perpustakaan tersebar di kota-kota dan negeri-negeri Islam yang jumlahnya sangat fantastis.
Sejarah mencatat, perpustakaan di Cordova pada abad 10 Masehi mempunyai 600.000 jilid buku.
Perpustakaan Darul Hikmah di Cairo mempunyai 2.000.000 jilid buku. Perpustakaan Al Hakim di
Andalusia mempunyai berbagai buku dalam 40 kamar yang setiap kamarnya berisi 18.000 jilid buku.
Perpustakaan Abudal Daulah di Shiros (Iran Selatan) buku-bukunya memenuhi 360 kamar.
Sementara ratusan tahun sesudahnya (abad 15 M), menurut catatan Catholik Encyclopedia,
perpustakaan Gereja Canterbury yang merupakan perpustakaan dunia Barat yang paling kaya saat
jumlah bukunya tidak melebihi 1.800 jilid buku.
Sejarah juga mencatat bahwa Uskup Agung Raymond di Spanyol mendirikan Badan Penterjemah di
Todelo yang ditujukan guna menterjemahkan sebagian besar karangan sarjana-sarjana Muslim
tentang ilmu pasti, astronomi, kimia, kedokteran, filsafat, dll, dimana waktu yang dibutuhkan untuk
menterjemahkannya yaitu lebih dari satu setengah abad (1135-1284 M).
Dari pusat-pusat peradaban Islam yang meliputi Baghdad, Damaskus, Cordova, Sevilla, Granada dan
Istanbul, telah memancarkan sinar gemerlap yang menerangi seluruh penjuru dunia terlebih
Cordova, Sevilla, Granada yang merupakan bagian dari kekuasaan Islam di Spanyol telah banyak
memberikan kontribusi besar terhadap tumbuh dan berkembangnya peradaban modern di dunia
Barat.
PERIODE SETELAH DAULAT ABBASIYAH SAMPAI TUMBANGNYA KEKHILAFAHAN TURKI UTSMANI
Pada masa Khilafah Utsmani, para ahli sejarah sepakat bahwa zaman Khalifah Sulaiman Al-Qanuni
(1520-1566 M) merupakan zaman kejayaan dan kebesaran yang pada masanya telah jauh
meninggalkan negara-negara Eropa di bidang militer, sains dan politik.
Pasca berakhirnya keluasaan Daulat Abbasiyah, kepemimpinan Islam berlanjut dengan
kepemimpinan Daulat Utsmaniyah. Daulat Utsmaniyah yang juga dikenal dengan sebutan Kesultanan
atau Kekaisaran Turki Ottoman, didirikan oleh Bani Utsman, yang selama lebih dari enam abad
kekuasaannya (1299 s.d. 1923) dipimpin oleh 36 orang sultan, sebelum akhirnya runtuh dan
terpecah menjadi beberapa negara kecil.
Kesultanan ini menjadi pusat interaksi antar Barat dan Timur selama enam abad. Pada puncak
kekuasaannya, Kesultanan Utsmaniyah terbagi menjadi 29 propinsi dengan Konstantinopel (sekarang
Istambul) sebagai ibukotanya. Pada abad ke-16 dan ke-17, Kesultanan Usmaniyah menjadi salah
satu kekuatan utama dunia dengan angkatan lautnya yang kuat. Kekuatan Kesultanan Usmaniyah
terkikis secara perlahan-lahan pada abad ke-19, sampai akhirnya benar-benar runtuh pada abad 20.
Musuh-musuh Islam membutuhkan waktu selama satu abad untuk melepaskan ikatan ideologi Islam
dari tubuh umat Islam, yang pada akhirnya tanggal 3 Maret 1924 M yang bertepatan dengan tanggal
28 Rajab 1342 Hijriah, melalui Mustafa Kemal Attaturk yang merupakan agen Inggris dan anggota
Freemasonry (sebuah organisasi Yahudi), membubarkan institusi Kekhilafahan Islam terakhir di
Turki dan menggantikannya dengan Republik Turki. Maka, sejak saat itu ideologi Islam benar-benar
terkubur ditandai dengan dihilangkannya institusi khilafah oleh majelis nasional Turki dan diusirnya
Khalifah terakhir.
BEBERAPA CATATAN PENTING
Menyimak betapa besar kontribusi Islam terhadap lahirnya peradaban Islam berskala dunia
terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, sesungguhnya kemajuan yang dicapai Barat
pada mulanya bersumber dari peradaban Islam. Dunia Barat sekarang sejatinya berterima kasih
kepada umat Islam. Akan tetapi pada kenyataannya pihak Barat (non Muslim) telah sengaja
menutup-nutupi peran besar atas jasa para pejuang dan ilmuwan muslim tersebut yang pada
akhirnya terabaikan bahkan sampai terlupakan. Oleh karena itu, umat Islam perlu kembali
menggelorakan semangat keilmuan para ilmuwan muslim atas sumbangsihnya yang amat besar bagi
peradaban umat manusia di dunia dalam menyongsong kembali kejayaan Islam dan umatnya.
Kita dapat menyimak, bahwa puncak pencapaian penguasaan sains dan teknologi pada zaman
kejayaan umat Islam masa lalu terkait erat dengan tegaknya sistem kekhilafahan, dimana adanya
sistem komando yang terintegrasi secara global yang peranan secara politik sejalan dengan peranan
agama. Kita juga mendapatkan gambaran dalam sejarah bahwa sosok para pemimpin terdahulu
yang shaleh selain sebagai seorang negarawan yang handal dan mumpuni, juga sebagai seorang
‘ulama wara’ yang takut pada Rabb-nya, mencintai ilmu serta mencintai rakyatnya. Pada aspek ini
kita bisa melihat adanya integrasi tiga pilar utama dalam pembentukan peradaban Islam yaitu
agama, politik dan ilmu pengetahuan terpadu dalam satu kendali sistem kekhilafahan dibawah
pimpinan seorang khalifah.
Keberlangsungan sistem kekhilafahan terutama sejak zaman Daulat Umayyah dan Daulat Abbasiyah
walaupun bersifat khalifatul mulk (estapeta kepemimpinan didasarkan pada keturunan/dinasti) yang
adakalanya dipimpin oleh orang shaleh dan sekali waktu dipimpin oleh orang zhalim dan durhaka,
tetapi seburuk-buruk kondisi pada masa kehilafahan, masih jauh lebih baik daripada masa setelah
tercerabutnya kehilafahan, karena pada masa kekhilafahan hukum Islam masih tegak dan ditaati
oleh umat Islam, demikian juga adanya ketaatan terhadap berbagai fatwa para ‘ulama.
Segala hal yang baik dari para pendahulu umat Islam seyogiannya menjadi cerminan teladan bagi
kita, sementara segala hal yang kurang baik, sejatinya dijadikan sebagai pelajaran yang sangat
berharga.
Awal meredupnya peradaban Islam yang terjadi sejak abad ke-8 hijriah (abad 13 M) hingga abad
ke-14 hijriah (abad 20 M) yang telah mengakibatkan proses peralihan dari peradaban Islam ke
keradaban Barat yang ditandai dengan masa pencerahan di dunia Barat serta terjadinya penjajahan,
penaklukan dan aneksasi terhadap negeri-negeri muslim oleh armada perang dari negara-negara
Barat lebih disebabkan oleh melemahnya legitimasi politik dunia Islam karena peran kekhilafahan
cenderung bersifat simbol serta hanya sebatas seremonial saja hingga tumbangnya sistem
kekhilafahan di dunia Islam. Dari situlah kemudian dimulainya hegemoni dunia Barat terhadap
dunia Islam.
Jadi, sesungguhnya faktor utama kekalahan dan melemahnya peran umat Islam bukanlah terletak
pada kuatnya pihak musuh-musuh Islam, tetapi lebih disebabkan oleh melemahnya kekuatan umat
Islam yang diakibatkan oleh perbuatan kemaksiatan yang dilakukan. Kemaksiatan terbesar terutama
berupa sikap menyekutukan Alloh Swt (musyrik) dalam beribadah serta tidak memperdulikan lagi
atas berbagai aturan (syari’at) yang diperintahkan-Nya.
Perbuatan maksiat yang dilakukan oleh umat Islam itulah yang telah dikhawatirkan oleh Umar bin
Kaththabr.a. saat beliau menjadi Khalifah, hal ini sebagaimana dapat kita simak dari pesan tertulis
beliau yang pernah disampaikannya kepada Sa’ad bin Abi Waqash ketika akan menghadapi sebuah
pertempuran. Pada surat itu ditulis pesan sebagai berikut:
“Umar bin Kaththab ra. telah menulis sepucuk surat kepada Sa’ad bin Abi Waqash r.a.:
‘Sesungguhnya kami memerintahkan kepadamu dan kepada seluruh pasukan yang kamu pimpin,
agar taqwa dalam segala keadaan, karena taqwa kepada Alloh merupakan seutama-utamanya
persiapan dan strategi paling kuat dalam menghadapi pertempuran. Aku perintahkan pula
kepadamu dan pasukan yang kamu pimpin agar benar-benar menjaga diri dari berbuat maksiat.
Karena maksiat yang engkau perbuat pada saat berjuang lebih aku khawatirkan daripada kekuatan
musuh, sebab engkau akan ditolong Alloh jika musuh-musuh Alloh telah berbuat banyak maksiat,
karena jika tidak demikian kamu tidak akan punya kekuatan sebab jumlah kita tidaklah sebanyak
jumlah pasukan mereka, dimana persiapan mereka berbeda dengan persiapan yang kita lakukan.
Jika kita sama-sama berbuat maksiat sebagaimana yang dilakukan oleh musuh-musuh kita, maka
kekuatan musuh akan semakin hebat. Sangatlah berat kita akan dapat mengalahkan musuh kita jika
hanya mengandalkan pada kekuatan yang kita miliki, kecuali dengan mengandalkan ketaqwaan kita
kepada Alloh dan senantiasa menjaga diri dari berbuat maksiat...” (Lihat : Kitab Al ‘Aqdul Farid jilid
I, hlm. 101; Kitab Nihayatul Arab jilid VI, hlm. 168; Kitab Ikhbarul Umar wa Ikhbaru Abdullah bin
Umar jilid I, hlm. 241-242; Kitab Ikbasu min Ikhbarul Khulafa Ar-Rosyidin hlm 779, serta buku Jihad
tulisan Dr. Mahfudz Azzam, hlm. 28).
Pengertian Ma'rifat
MA’RIFAT
Ma’rifat ialah pengetahuan, mengetahui
sesuatu dengan seyakin-yakinnya atau
haqqul yakin, kenal kepada Allah mengenai
asma-Nya, sifat-Nya, af’al-Nya dan dzat-Nya.
Dari segi bahasa ma’rifat dari kata ‘arafa
ya’rifu’ ‘irfan, ma’rifat yang artinya
pengetahuan atau pengalaman.
Dr. Mustafa Zahri maengemukakan salah satu
pendapat Ulama taswuf yang mengatakan:
Ma’rifat adalah ketetapan hati wujud yang
wajib adanya (Allah) yang mengabarkan
segala kesempurnaan-Nya (Mustafa,
1997:251).
Sedangkan dalam kitab sirojut tholibin yang
dimaksud dengan ma’rifat adalah empat
perkara: a) mengenal diri, b) mengenal Tuhan
dan d) mengenal dunia dan akhirat. Yang
dimaksud mengenal diri ialah dengan
menegakan sifat kahambaan (ubudiyyah) rasa
hina (dihadapan Allah) dan selalu berhajat
kepada Allah megenal Tuhan yang bersifat
kemuliaan, ke-Agungan dan Kuasa, dan
mengenal diri sebagai seorang yang asing
didalam dunia ini hanya sebagai seorang
musafir dari dunia menuju akherat, R. Uwaim
berkata “ma’rifat bagi seorang ‘arif adalah
cermin bila dia memandang dalam ma’rifat /
cermin itu tampak nyatalah / tajalli lah Tuhan
untuknya”. (KH. Haderanie, th : 33,36)
Pengetahuan ma’rifat objeknya sudah bukan
yang eksetoris tapi lebih mendalam kepada
esetorisnya dengan mengetahui rahasianya.
Abu Yazid mengatakan “Ma’rifat itu adalah
mengetahui bahwa gerakan dan diamnya
manusia bergantung pada Tuhan” dan bahwa
tanpa ijin-Nya orang sedikitpun tak kuasa
dan tidak bisa melakukan tindakan apapun,
kecuali Dia menciptakan kemampuan untuk
bertindak dan meletakan karsa untuk
bertindak didalam hatinya, dan bahwa
tindakan-tindakan manusia adalah majazi
(metaforis) dan bahwa Tuhan adalah sumber
yang hakiki. (A-Hujwiri,1993,249)
Orang-oarang Sufi mengatakan:
1. Kalau mata yang terdapat dalam hati
sanubari manusia terbuka, mata
kepalanya akan tertutup dan ketika itu
yang dilihatnya adalah Allah.
2. Ma’rifat adalah cermin, kalau seorang ‘arif
melihat ke cermin itu yang akan
dilihatnya adalah Allah.
3. Yang dilihat orang ‘arif baik sewaktu tidur
maupun sewaktu bangun hanya Allah.
4. Sekiranya ma’rifat mengambil bentuk
materi, semua orang yang melihat
padanya akan mati karena tak tahan
melihat kecatikannya serta keindahannya
dan semua cahaya akan menjadi gelap
disamping keindahan cahaya yang gilang
gemilang. (Drs.Mustafa, 1984:227-228)
Dilihat dari pengertian diatas, ma’rifat adalah
mengenal Tuhan dengan seyakin-yakinnya
sehingga yang ada hanyalah wujud hakiki
yaitu “terlihat”nya Yang Maha Esa. Jika
seorang sufi sudaah mencapai kesana mereka
akan mendapatkan kenikmatan dan
ketentraman, makanya seorang sufi Syekh Al-
Palimbani mengatakan tujuan akhir yang
dicapainya didunia ini, menurut dia adalah
surga hakikat, barang siapa telah
menemukan surga itu niscaya tiada ingat
akan surga akherat nanti. (Dr.M.Chotib
Quzwazin, 1985;107)
Jalan untuk mencapai ma’rifat kepada Tuhan
ada 3 (tiga) cara keyakinan:
1. Ilmu Yaqin
Sesuai dengan firman Allah Q.S At-Takasur
ayat 5:
Kallaa saufa ta’lamuuna ‘ilmal yaqiin
Artinya:
Janganlah begitu, jika mengetahui ILMUL
YAQIN
2. Ainul Yaqin
Q.S At-Takasur ayat 7:
Tsumma latarowunnahaa ‘ainal
yaqin
Artinya:
“ Dan sesungguhnya kamu benar-
benar akan melihatnya dengan mata /
‘AINUL
YAQIN
3. Haqqul Yaqin
Firman Allah Q.S Al-Waqi’ah ayat: 95
Inhadza lahuwa haqqul yaqin
Artinya:
“ Bahwa sesungguhnya ini adalah
benar-benar kenyataan / HAQQUL YAQIN
Bentuk ketiga keyakinan diatas bisa
diumpamakan seseorang yang melihat asap,
maka yakinlah orang tersebut akan adanya
(wujudnya) api. Kesimpulan itu diketahui
berdasarkan pengetahuan. Dan keyakinan itu
dinamakan ‘ilmul yaqin .
Namun, boleh jadi asap yang
dilihatnya adalah asap yang keluar dari dalam
tanah atau asap yang keluar dari dalam air.
Pengetahuan yaqin yang pertama akan
wujudnya api masih diragukan, maka
diperlukan tindakan yang ke dua yaitu
dengan ‘ainul yaqin (mencari keyakinan
penglihatan mata), yakni melihat ada api
ditempat tadi. Kemudian untuk
menyempurnakan keyakinannya dilanjutkan
tindakan ke tiga yakni meraba api tersebut.
Jika yang ketiga ini sudah dilakukan dan
merasakan ada hawa panas sebagaimana
yang dimiliki sifat api. Maka orang tersebut
bisa meyakini dan membenarkan akan
adanya api. Inilah yang dimaksud dengan
haqqul yaqin.
Begitupun untuk mengetahui akan
adanya Tuhan dapat diketahui dengan cara
diatas yang pertama, ‘ilmu yaqin yaitu
meyakini akan adanya Tuhan berdasarkan
firman Allah sedangkan ‘ainal yaqin yaitu
mengetahui adanya Tuhan berdasarkan
penglihatan alam dan sekitarnya. Dan untuk
terakhir haqqul yaqin yaitu mengetahui akan
adanya Tuhan Yang Ghaib dengan perasaan
yang paling dalam , orang sufi bilang sirr
amrun dzuqi . Sebagaimana ungkapan orang
sufi: “Man lam yadzuq lam ya’rif” artinya:
“barang siapa yang belum merasakan, maka
tidak akan mengetahui (mengenal).”
Pada garis besarnya ma’rifat adalah
musyahadah (menyaksikan) atau ru’yat
(melihat) Tuhan yang tiada serupa dengan
sesuatupun. Namun hal itu bisa dicapai
dengan thoriqoh.
“SYEKH ABDULLOH MUBAROK BIN NUR MUHAMMAD”
“SYEKH ABDULLOH MUBAROK BIN NUR
MUHAMMAD”
TANBIH ini dari Syaekhuna Almarhum Syekh
ABDULLAH MUBAROK bin Nur Muhammad
yang bersemayam di Patapan Suryalaya
Kejembaran Rahmaniyah.
Sabda beliau kepada khususnya segenap
murid-murid pria maupun waita, tua
maupun muda:
“Semoga ada dalam kebahagiaan, dikarunia
Allah SWT kebahagiaan yang kekal dan abadi
dan semoga tak akan timbul keretakan dalam
lingkungan kita sekalian.
Pun pula semoga Pimpinan Negara
bertambah kemudian dan keagungannya
supaya dapat melindungi dan membimbing
seluruh rakyat dalam keadaan aman, adil,
dan makmur dhohir maupun bathin.
Pun kami tempat orang bertanya tentang
Thoreqat Qoodiriyyah Naqsyabandiyah,
menghaturkan dengan tulus ikhlas, wasiat
kepada segenap murid-murid; berhati-
hatilah dalam segala hal, jangan sampai
berbuat yang berhalangan dengan Peraturan
AGAMA dan NEGARA.
Taatilah kedua-duanya tadi sepantasnya,
demikianlah sikap manusia yang tetap dalam
keimanan, tegasnya dapat mewujudkan
kerelaan terhadap hadirat Ilahi Robbi yang
membuktikan perintah dalam AGAMA
maupun NEGARA.
Insyaflah hai murid-murid sekalian ,
janganlah erpaut oleh bujuan nafsu,
terpengaruh oleh godaan syetan, waspadalah
akan jalan penyelewengan terhadap perintah
AGAMA maupun NEGARA, agar dapat meneliti
diri, kalau-kalau tertarik oleh bisikan iblis
selalu menyelinap dalam hati sanubari kita
semua.
Lebih baik buktikanlah kebajikan yang timbul
dari kesucian:
1. Terhadap orang-orang yang lebih tinggi
dari pada kita, baik dhohir maupun bathin,
harus kita hormati, beitulah seharusnya
hidup rukun, saling harga menghargai.
2. Terhadap sesame yang sederajat dengan
kita dalam segala-galanya, jangan sampai
terjadi persengketaan, sebaliknya harus
bersikap rendah hati, bergotong royong
dalam melaksanakan perintah AGAMA dan
NEGARA. Kalau tidak, kita terkena firmanNya
“ADZABUN ALIM”, yang berarti duka nestapa
untuk sela-lamanya dari DUNIA sampai
AKHIRAT (badan susah, hati susah)
3. Terhadap orang-orang yang keadaanya
dibawah kita, janganlah hendak
menghinanya atau berbuat tidak senonoh
bersikap angkuh, sebaliknya harus belas
kasihan dengan kesadaran, agar mereka
merasa senantiasa dan gembira hatinya,
sebaliknya harus dituntun dibimbing dengan
nasihat yang lemah lembut yang akan
memberi keinsyafan dalam menginjak jalan
kebaikan
4. terhadap fakir miskin, harus kasih saying,
ramah tamah serta bermanis bui, bersikap
murah tanga, mencerminkan bahwa hati
sadar. Coba rasakan diri kita pribadi, betapa
pedihnya jika dalam keadaan kekurangan,
oleh karena itu janganlah acuh tak acuh,
hanya diri sendirilah yang senang, karena
mereka jadi fakir miskin itu bukannya
kehendak sendiri, namun itulah kudrat
Tuhan.
Demikian sesungguhnya sikap manusia yang
penuh kesadaran meskipun terhadap orang
Asing karena mereka itu masih keturunan
Nabi Adam as mengingat Ayat 70 Surat Isro
yang artinya:
Sangat Kami muliakan Adam dan Kami
sebarkan segala yang berada di darat dan di
lautan, juga, Kami mengutamakan mereka
lebih utama dari makhluk lainnya.
Kesimpulan dari ayat ini bahwa kita sekalian
seharusnya saling harga-mengharagi, jangan
timbul kekecewaan, mengingat Suart Al-
Ma’ida, yang artinya:
Hendaklah tolong-menolong dengan sesame
dalam melaksanakan kebajikan dan
ketaqwaan dnegan sungguh-sungguh
terhadap Agama dan Negara, sebaliknya
janganlah tolong-menolong dalam berbuat
dosa dan permukaan terhadap perintah
Agama maupun Negara.
Adapun soal keagamaan, itu terserah
agamanya masing-masing, mengingat Suart
Al-Kafirun ayat 6 : AGAMAMU UNTUK KAMU,
AGAMAKU UNTUK AKU , maksudnya janganlah
terjadi perselisihan, wajiblah kita hidup
rukun dan damai, saling harga-menghargai,
tetapi janganlah sekali-kali ikut campur.
Cobalah renungkan pepatah leluhur kita:
Hendaklah kita bersikap budiman, tertib dan
damai, andaikan kita sudah demikian, asti:
“Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian
tak berguna,” karena yang menyebabkan
penderitaan diri pribadi itu adalah akibat
dari amal perbuatan diri sendiri.
Dalam Surat An-Nahl Ayat 112 diterangkan
bahwa:
Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan
beberapa contoh, yakni tempat maupun
kampong, desa maupun Negara yang
dahulunya aman dan tenteram, gemah ripah
loh jinawi, namun penduduknya
(penghuninya) mengingkari nikmat-nikmat
Illah, maka lalu berkecamuklah bencana
kelaparan, penderitaan dan ketakutan yang
disebabkan sikap dan perbuatan mereka
sendiri.
Oleh karena demikian, hendaklah segenap
murid-murid bertindak teliti dalam segala hal
yang ditempuh, guna kebaikan dhohir –
bathin, dunia maupun akhirat, supaya hati
tenteram, jasad nyaman, jangan sekali-kali
timbul persengketaan, tidak lain tujuannya :
“BUDI UTAMA JASMANI SEMPURNA” (Cageur –
Bageur).
Tidak lain amalan kita, THOREQAT
QOODIRIYYAH NAQSYABANDIYAH, amalkan
sebaik-baiknya guna mencapai segala
kebajikan, menjauhi segalah dlohir-bathin
yang bertalian dengan jasmani maupun
rohani, yang selalu diselimuti bujukan nafsu,
digoda oleh perdaya setan.
Wasiat ini harus dilaksanakan dengan
seksama oleh segenap murid-murid agar
supaya mencapai keselamatan DUNIA dan
AKHIRAT.
A m i n
Patapan Suryalaya, 13 Pebruari 1956
Wasiat ini disampaikan kepada sekalian
ikhwan
(Syeikh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin)
UNTAIAN MUTIARA
1. JANGAN MEMBENCI KEPADA ULAMA
SEJAMAN
2. JANGAN MENYALAHKAN PENGAJARAN
ORANG LAIN
3. JANGAN MEMERIKSA MURID ORANG
LAIN
4. JANGAN MENGUBAH SIKAP WALAU
DISAKITI ORANG
5. HARUS MENYAYANGI ORANG YANG
MEMBENCI KEPADA KAMU
Wasiat dalam bahasa sunda
TANBIH
Ieu pangeling-ngeling ti Pangersa Guru
Almarhum, Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur
Muhammad, panglinggihan di Patapan
Suryalaya Kajembaran Rahmaniah.
Dawuhanana khusus kangge ka sadaya murid-
murid pameget, istri, sepuh, anom, muga-
muga sing ginanjar kawilujengan, masing-
masing rahayu sapapanjangna, ulah aya
kebengkahan jeung sadayana.
Oge nu jadi Papayung Nagara sina tambih
kamulyaananan, kaagunganana tiasa
nagtayungan ka sadaya abdi-abdina, ngauban
ka sadaya rakyatna dipaparin karaharjaan,
kajembaran, kani’matan ku Gusti Nu Maha
Suci dlohir bathin.
Jeungna sim kuring nu jadi pananyaan
Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah ,
ngahaturkeun kagegelan wasiat ka sadaya
murid-murid poma sing hade-hade dina
sagala laku lampah, ulah aya carekeun Agama
jeung Nagara.
Eta dua-duanana kawulaan sapantesna
samistina, kudu kitu manusa anu tetep cicing
dina kaimanan, tegesna tiasa ngawujudkeun
karumasaan terhadep agama jeung nagara
ta’at ka Hadorot Ilahi nu ngabuktikeun
parentah dina agama jeung nagara.
Inget sakabeh murid-murid, ulah kabaud ku
pangwujuk napsu, kagendam ku panggoda
syetan, sina awas kana jalan anu matak
mengparkeun kana parentah agama jeung
nagara sina telik kana diri bisi katarik ku iblis
anu nyelipkeun dina bathin urang sarerea.
Anggurmah buktikeun kahadean sina medal
tina kasucian :
Kahiji : ka saluhureun ulah nanduk boh
saluhureun harkatna atawa
darajatna, boh dina kabogana estu
kudu luyu akur jeung batur-batur.
Kadua : ka sasama tegesna ka papantaran
urang dina sagala-galana ulah rek
pasea, sabalikna kudu rendah
babarengan dina enggoning
ngalakukeun parentah agama jeung
nagara, ulah jadi pacogregan
pacengkadan, bisi kaasup kana
pangandika :Adzabun alim”, anu
hartina jadi pilara salawasna, tidunya
nepi ka akherat (badan payah ati
susuah)
Katilu : Ka sahandapeun ulah hayang
ngahina atawa nyieun deleka culika,
hentau daek ngajenan, sabalikna
kudu heman, kalawan karidloan
malar senang rasana gumbira atina,
ulah sina ngarasa reuwas jeung
giras, rasa kapapas mamaras, anggur
ditungtun dituyun ku nasehatr anu
lemah lembut, nu matak nimbulkeun
nurut, bisa napak dina jalan
kahadean.
Kaopat :Kanu pakir jeung miskin kudu welas
asih someah, tur budi beresih, sarta
daek mere maweh, ngayatakeun hate
urang sareh. Geura rasakeun awak
urang sorangan kacida ngerikna ati
ari dina kakurangan. Anu matak ulah
rek kajongjonan ngeunah dewek
henteu lian, da pakir miskin teh lain
kahayangna sorangan, estu kadaring
Pangeran.
Tah kitu pigeusaneun manusa anu pinuh
karumasaan, sanajan jeung sejen bangsa,
sabab tungal turunan ti Nabi Adam a s.
Numutkeun ayat 70 surat Isro anu
pisundaeunana kieu : “ Kacida
ngamulyakeunana Kami ka turunan Adam,
jeung Kami nyebarkeun sakabeh daratan oge
lautan, jeung ngarijkian Kami ka
maranehanana, anu aya di darat jeung
lautan, jeung Kami ngutamakeun ka
maranehanana, malah leuwih utama ti
mahkluk anu sejenna.”
Jadi harti ieu ayat nyaeta akur jeung batur-
batur ulah aya kuciwana, nurutkeun ayat tina
surat Almaidah anu Sundana.
“Kudu silih tulungan jeung batur dina
enggoning kahadean jeung katakwaan
terhadep agama jeung nagara, soson-soson
ngalampahkeunana, sabalikna ulah silsih
tulungan kana jalan perdosaan jeung
permusuhan terhadep parentah agama jeung
nagara.”
Ari sebagi agama, saagamana-saagamana,
nurutkeun surat Alkafirun ayat 6: “agama
anjeun keur anjeun, agama kuring keur
kuring”, surahna ulah jadi papaseaan “ kudu
akur jeung batur-batur tapi ulah campur
baur”.
Geuning dawuhan sepuh baheula “ Sina logor
dina liang jarum, ulah sereg di buana” .
Lamun urangna henteu kitu tangtu hanjakal
diakhirna. Karana anu matak tugeunah
terhadep badan urang masing-masing eta teh
tapak amal perbuatanana. Dina surat Annahli
ayat 112 diuynggelkeun anu kieu :
“Gusti Allah geus maparing conto pirang-
pirang tempat, boh kampungna atawa desana
atawa nagarana, anu dina eta tempat nuju
aman sentosa, gemah ripah loh jinawi, aki-
kari pendudukna (nu nyicinganana) teu
narima kana ni’mat ti Pangeran, maka tuluy
bae dina eta tempat kalaparan, loba kasusah,
loba karisi jeung sajabana, kitu teh samata-
mata pagawean maranehanana”.
Ku lantaran kitu sakabeh murid-murid kudu
arapik tilik jeung pamilih, dina nyiar jalan
kahadean lahir bathin dunya akherat sangkan
ngeunah nyawa betah jasad, ulah jadi
kabengkahan anu disuprih “cageur bageur”.
Teu aya lian pagawean urang sarerea
Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah amalkeun
kalawan enya-enya keur ngahontal sagala
kahadean dlohir bathin, keur nyingkahan
sagala kagorengan dlohir bathin, anu
ngeunaan ka jasad utama nyawa, anu
dirungrung ku pangwujuk napsu, digoda ku
dayana setan. Ieu wasiat kudu
dilaksanakaeun ku sadaya murid-murid,
supaya jadi kasalametan dunya rawuh
akherat.
Patapan4 Suryalaya, 13 Februari 1956
Ieu Wasiat kahatur ka sadaya akhli-akhli
(Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin)
RANGGEUYAN MUTIARA
1. ULAH NGEWA KA ULAMA SAJAMAN
2. ULAH NYALAHKEUN KANA PANGAJARAN
BATUR
3. ULAH MARIKSA MURID BATUR
4. ULAH MEDAL SILA UPAMA KAPANAH
5. KUDU ASIH KA JALMA NUMIKANGEWA KA
URANG
Sabtu, 10 Agustus 2013
TAMAN SANG NABI
Janganlah memanggil aku manusia bijak.
Kalau engkau sendiri tak menganggap semua manusia itu bijak.
Aku ibarat buah muda yang menggelantung pada rantingnya.
Dan baru kemarin aku menjadi matang.
Dan jangan katakan diri kalian bodoh,atau benar
Sebab dalam kebenaran kita tidak juga bijak tidak juga bodoh.
Kita adalah daun daun hijau pada pohon kehidupan.
Dan kehidupan itu sendiri, Jauh,,,,, di luar kebijaksanaan dan juga di luar kebodohan.
______________________________________________________________________________________________________________
Laut telah mengantarkan kita ke bibir pantai ini.
Sebab kita adalah riak kecil dari ombak besarnya.
Laut menghempas kita untuk memperkeras gemuruhnya.
Tetapi...... Bisakah kita melakukan sendiri......!!!!!
Jika kita tidak meleburkan keselarasan dengan karang dan batu pasir.
______________________________________________________________________________________________________________
Pada pengembaraan di antara pegunungan dan gurun pasir.
Diriku selalu terkenang kedalaman hatinya yang menyejukkan.
Walaupun sering kali aku tak mengerti apa yang sedang aku rindukan.
Mungkinkah ini hanya karena kedamaian yang berirama.
______________________________________________________________________________________________________________
Hati tidak mengukur kerinduan dengan mistar yang bertabur bintang-bintang.
Tidak juga mengukur kedalamanya.
Sebab...... Dikala cinta sedang di rundung rindu.
Ia akan merentang dalam hitungan ruang dan waktu.
______________________________________________________________________________________________________________
Rabu, 07 Agustus 2013
UCAPAN BUAT HARI RAYA IED
Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati Tulusnya jiwa membuka pintu maaf Minal Aidin wal faizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin
*****
Suminten wonten pinggir margi sadean kupat bumbune santen Puniko dinten Riyadi
sadaya kalepatan nyuwun pangapunten Taqobalallahu minna wa minkum
*****
Mata bisa salah lihat Kuping bisa salah dengar Mulut bisa salah bicara Hati bisa salah
sangka Di hari yang fitri ini Mohon maaf lahir dan bathin
*****
Jika aku tak memberi maaf Bukan karena aku tak mau memberi maaf Tetapi engkau tak punya salah Maaf apa yang harus kuberikan?
*****
Jika aku memberi maaf Bukan karena engkau meminta maaf Tetapi karena sepenuh maaf
aku berikan Setulus hati, seikhlas niatku Meski tanpa kau minta
*****
Jika aku meminta maaf Bukan karena hari ini Lebaran Tetapi karena Ridho Allah SWT Yang
telah membukakan pintu kejujuran hati nurani Untuk mengakui segala khilaf dan alpa Dengan segenap cemas dan sesal Aku memohon maaf
****
Mangan sate sak gulene, sego megono bumbu kemiri
kapan wae lebarane, sugeng riyoyo idul fitri
tumbar merico kecap asing
nyuwun ngapuro lahir lan batin
****
Kapanpun lebarannya, ucapannya: Taqaballahu minna wa minkum
minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan bathin
****
Untuk sobat dekat
Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu. Kesalahan dan kekhilafan. Selalu saja ada diantara kita. Terutama aku yang sering ngerepotin kamu. Met puasa dan Maafkan Lahir Batin.
*****
eLu MeMaNg SoBaT gUe YaNg TeRbAiK sAmPaI tErKaDaNg GaK kErAsA sEenAkNyA gUe NgAtAiN lUe n NgEjEkIn Lu SeMaUnYa MaAfiN gUe BuKaN mAksUd NgErEnDaHiN jUsTrU kArEnA lUe AdAlAh SePeRtI bAgIaN dArI dIrI gUe MeT HariRaYa iDuL fItRi ye sOb
******
UNTUK ORANG TUA
Ayah dan Ibu sudah menukar seluruh jiwa semata untuk kebahagian aku Dan sampai saat ini
belum tentu aku bisa mengganti dengan kebahagian untuk Ayah dan Ibu berdua. Selamat
Beribadah Puasa, Ayah, Ibu Mohon maaf lahir dan bathin.
dalam Bahasa Sunda :
Wilujeng Sasih Siam Kanggo Apa, Mamah sareng Kulawargi di Bumi. Neda sih hapunten
samudaya kalepatan nu dihaja sinareng henteu. Mugia ibadahna salawasna aya dina kamulyaan.
untuk teman yang jauh :
Satu tahun tidak terasa Ramadhan telah kembali kengunjungi kita Semoga yang dilalui dan
dilakukan Menjadikan kebaikan di bulan suci ini Marhaban yaa Ramadhan Mohon Maaf Lahir dan Bathin Kami Sekeluarga
Matahari berdzikir, angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu. Semua menyambut datangnya Seribu Bulan. Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Kami sekeluarga.
Untuk Pacar :
Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu. Segalanya adalah untukmu. Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna selalu saja ada kata dan kesalahan yang mungkin bisa menyakiti hatimu. Selamat berpuasa sayang, terimalah maafku. Bersama 1000 cinta,
Mungkin baru kemarin kita berpacaran namun tidak lebih banyak aku bisa membuat kamu ceria dan bahagia. Beri aku lebih banyak hari, bulan, bahkan tahun, untuk dapat lebih
membahagiakanmu. Bersama bulan suci ini, kita rajut kembali benang-benang pengertian
diantara kita. Secara lahir dan bathin.
Maaf kalo selama ini aku suka bikin kamu kesal. Jujur juga, memang aku gak gampang ngertiin kamu. Tapi aku 100% cinta kamu. Met Puasa, maafkan aku lahir dan batin ya. I Love U.
Untuk Istri :
Ayah menyadari sepenuhnya masih banyak mimpi kita yang belum bisa diwujudkan. Ramadhan tahun ini semoga kembali menghadirkan kebahagiaan ke rumah kita. Selamat beribadah puasa ya Bu, jangan bosan bangunkan tidur ayah saat sahur. Mohon maaf lahir dan bathin. 1000
Kisses, Ayah.
****
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Hidup ini terasa indah jika ada maaf. Taqabalallahu Minna Waminkum…Minal aidzin Wall fa'idzin Mohon Ma'af kami sekularga.
****
Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu Silahkan kesah, kau bukan takdirku Mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku, dan Allah adalah kasihku. Maafkan segala kesalahan. Insya allah … amal ibadah kita diterima dengan mengirimkan kumpulan sms lebaran ini.
(1) Ageng inggilipun Gunung Reksomuko inggih kangge nyawiake netro, Jembar ombonipun
segoro minangkalbu namung pangangen-angen manungso, Bayu ageng topan lan leysus ingkang sumilir menika namung osiking napas kito, Inggih namung Toya Perwitosari ingkang manggen wonten ing ati sanubari kang suci. Ugi saking ati sanubari kang suci, kawula hangaturaken sedaya lepat lan luput kawula, nyuwun gunging samudra pangapsami kanti lelo salebeting manah, Sugeng Riyadin Idul Fitri mugi-mugi Gusti kang ngakaryo jagad enggal paring Rahmat, Barokah, ugi pangestu, Amin.
(2) Kita itu komedian. Harus berani+jujur menertawai cacat&khilaf kita sebagai insan yang
lemah di panggungNya. Dengan itu kita bisa bangkit jadi insan baru di hari yang fitri.
(3) Kata Rumi, Makrifat itu rasakan api secara langsung, bukan meracau tentang asap. Anggur
spiritual itu beda. Maaf lahir batin, Selamat Idul Fitri.
(4) Suarakanlah namaNya agar kemerdekaan nyala dijalanmu. Met hari raya Idul Fitri 1431H,
Mohon maaf lahir dan batin.
(5) SMS Berbalas sambung:
Penulisan buku catatan ramadhan telah sampai pada halaman terakhir. Saatnya untuk
menerbitkan sebagai anak ruhani. Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf Setulusnya
Dan puncak kroniknya.. lahirnya jiwa suci. Taqabbalallah minna wa minkum, taqabal Ya Karim. Met idul Fitri 1434H Semoga setiap orang percaya, sebelum menutup buku dapat membubuhkan sesuatu di buku, Selamat memaafkan orang yang menabukan buku.
Selamat Hari Lebaran
(6) Hari ini matahari tepat di atap khatulistiwa. Ia kehilangan bayangannya di bumi. Alampun
ikut fitri. Maaf atas bayangan kesalahan saya. Selamat Hari Lebaran
(7) Lima tangkai sedap malam: Tangkai pertama, kupersembahkan bagi malaikat pemberi
rahmat. Tangkai kedua, terkirim harumnya bagi syuhada yang menegakkan tauhid. Tangkai
ketiga, kuulurkan kepada kaum yang bertahan dengan lapar atas nama iman. Tangkai keempat, menjadi bingkisan untuk ibu yang melahirkan anak-anak salih dan salihah. Tangkai kelima, menemaniku menyambut hari kemenangan. “Selamat Idul Fitri, sahabat. Mohon maaf lahir dan
batin.”
(8) Apa daya tanpa kesadaran diri mengikat luka seseorang dengan perban tapi tak tahu didalam luka tertanam sebutir peluru. Selamat idul fitri mohon maaf lahir dan batin.
(9) Bukan sekedar tradisi, atau basa basi, ini ketulusan hati, di hari yang fitri. Mohon
dimaafkan segala kesalahan diri. — Orang Ganteng Orang Jelek. Gue Ganteng Elo Jelek. Lebaran dah Dateng So Maafin Gw Jek Mohon Maaf Lahir Bathin Selamat Idul Fitri.
Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap, Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih sayang raih indahnya kemenangan hakiki, Selamat Hari Raya Iedul Fitri
Selamat Hari …… , Marilah Kita saling mengasihi n memaafkan… Ku tau kau telah banyak
berbuat salah Dan dosa kepadaku, sering meminjam duit n Ga ngembaliin, pake motor Ga
pernah isi bensin, tapi tak usah risau… Ku t`lah memaafkanmu. .. ” Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati .. SMS dikirim pengganti diri…Memohon maaf setulus hati … Mohon Maaf Lahir Dan Batin .. Met Hari Kemenangan Idul Fitri
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini Kemenangan akan kita gapai Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT Kami sekeluarga menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H Taqobalallahu minna wa minkum Mohon maaf lahir dan bathin.
Andai jemari tak smpt berjabat,andai raga tak dpt b’tatap Seiring beduk yg mgema,sruan takbir yg berkumandang Kuhaturkan salam menyambut Hari raya idul fitri,jk Ada kata serta khilafku membekas lara mhn maaf lahir batin. SELAMAT IDUL FITRI. 1434 H.
Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh, Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia
mendung, Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN. Mohon Maaf lahir Dan batin
Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap DOA. Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa, berharap dibasuh maaf. Selamat Idul Fitri
Mata kadang salah melihat. Mulut kadang salah berucap. Hati kadang salah menduga. Maafkan segala kekhilafan. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat hari raya Idul Fitri 1431H. Maafin ya.
Melati semerbak harum mewangi, Sebagai penghias di Hari fitri, SMS ini hadir pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi. Selamat Idul Fitri
Sebelas bulan Kita kejar dunia, Kita umbar napsu angkara. Sebulan penuh Kita gelar puasa, Kita bakar segala dosa. Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka, Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama. Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf, Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin.
Andai jemari tak sempat berjabat. Jika raga tak bisa bersua. Bila Ada kata membekas luka.
Semoga pintu maaf masih terbuka. Selamat Idul Fitri
Faith makes all things possible. Hope makes all things work. Love makes all things beautiful.
May you have all of the three. Happy Iedul Fitri.”
Bila kata merangkai dusta.. Bila langkah membekas lara… Bila hati penuh prasangka… Dan bila Ada langkah yang menoreh luka. Mohon bukakan pintu maaf… Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin.
Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah.. Dan Syariat-Nya di alam jiwa.. Di dunia nyata, dalam segala gerak.. Di sepanjang nafas Dan langkah.. Semoga seperti itulah diri Kita di Hari
kemenangan ini.. Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin
kumpulan sms lebaran 1434 H
Waktu mengalir bagaikan air Ramadhan suci akan berakhir Tuk salah yg pernah Ada Tuk khilaf yg sempat terucap Pintu maaf selalu kuharap Met Idul Fitri
Walaupun Hati gak sebening XL Dan secerah MENTARI. Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
Kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa Dan Kita semua hanya bisa
mengangkat JEMPOL kepadaNya Yang selalu membuat Kita HOKI dalam mencari kartu AS Selama. Kita hidup karena Kita harus FLEXIbel Untuk menerima semua pemberianNYA Dan menjalani. MATRIX kehidupan ini…Dan semoga amal Kita tidak ESIA-ESIA… Mohon Maaf Lahir Bathin.
Satukan tangan,satukan hati Itulah indahnya silaturahmi Di Hari kemenangan Kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin :
MTV bilang kalo MO minta maap g ush nunggu lebaran.......!!!!!!
Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan .....!!!!
Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh.....!!!!
Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap Jd krn Mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin .
Dia Pergi dengan bersahaja. Meninggalkan berkah & penampunan. Meninngalkan jejak pahala. Membawa mimpi surga ! SELAMAT IDUL FITRI 1434 .Hmohon maaf lahir & batin.
Satu yang pasti dalam hidup: kita akan kembali kepada-Nya. Mumpung masih hidup Ayo
sirahturahmi di hari yang fitri. SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin.
Masa aktif Hidup anda hampir berakhir, saldo dosa anda makin meningkat, di hari yang fitri ini raih kesempatan untuk meningkatkan saldo Iman. Isi ulang dengan sirahturahmi. SELAMAT IDUL FITRI, 1434 H. Mohon maaf lahir & batin.
Terselip khilaf dalam candaku. Tergores luka dalam tawaku, terbelit pilu dalam tingkahku,
tersinggung rasa dalam bicaraku. Hari kemenangan telah tiba, moga segala dosa & kesalahan
kita terampuni. Mari bersama kita bersihkan dihari yang fitri. SELAMAT IDUL FITRI 1434 H, mohon maaf lahir & batin.
Takbir, tahmid, tahlil tlah berkumandang. Memecah keheningan malam, mengantar rasa syukur padaNya. Esok pagi menyambut hari yang fitri, selamat hari lebaran 1434 H taqaballahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin
Tiada gembira yang menggelora, tiada senang yang mengangkasa, selain kita telah kembali pada fitrah dan ampunanNya. Taqaballahu mina wa minkum, selamat Idul Fitri 1434 H, minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Beningkan hati dg dzikir Cerahkan jiwa dg cinta Lalui hr dg senyum Tetapkan langkah dg syukur Sucikan hati dg permohonan maaf mEt hArI RaYa IduL fiTrI 1434 H. TaqobbaLallaHu minNa wA MinKuM Minal AidziN WaL FaidziN Mhn MaaF LahiR n BaTiN “;)
*****
Ramadhan membasuh hati yang berjelaga Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya
Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum
*****
Sayup terdengar takbir berkumandang Tanda Ramadhan akan lewat Ampunan diharap, barokah didapat Taqobalallahu minna wa minkum Mohon maaf lahir dan bathin
*****
Bryan Adams said “Please Forgive Me..
” Rio Febrian said “Ooo.. Maaf, maafkan diriku..
” Ruben Studdard said “Well this is my sorry for 2013
” Yuni Shara said “Mengapa tiada maaf bagiku.”
Elton John said “Sorry seems to be the hardest word.
” Mpok Minah said “Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya nggak sopan..
” Im. said “Minal Aidin wal faizin..”
*****
Bila ada langkah membekas lara Ada kata merangkai dusta Ada tingkah menoreh luka Mohon
maaf lahir dan bathin Selamat hari raya Idul Fitri 143 H
*****
Ketupat udah dipotong Opor udah dibikin Nastar udah dimeja Kacang udah digaremin Gak
afdhol kalo gak Minal Aidin wal Faizin Taqobalallahu minna wa minkum
*****
Sebelum takbir berkumandang Sebelum ajal menjemput Sebelum jaringan over load Ijinkan
kami memohon maaf lahir dan bathin
The holy and beautiful Syawal will come soon There is no word proper to welcome it Except the word of pray and forgiveness My Majesty if you forgive all my fault And hope your worship accepted by Allah The God of Merciful and the Beneficent
*****
Orang yang paling mulia adalah Orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain Bersihkan
diri, sucikan hati Di hari yang Fitri ini.
*****
Bulan Ramadhan telah berlalu Dan hari Kemenangan telah datang Untuk itu mari kita bersihkan hati dan jiwa kita Dari gelimang dosa Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
*****
Berbuat khilaf adalah sifat Meminta maaf adalah kewajiban Dan kembalinya Fitrah adalah tujuan MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
*****
Ramadhan telah surut Hari yang Fitri telah terbit Maaf kumohonkan Agar hati bersih dari dosa Minal Aidin wal Faizin
*****
Let’s write all the mistakes down in the sand And let the wind of forgiveness erase it away
Happy Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin
*****
MATA kadang salah melihat MULUT kadang salah mengucap HATI kadang salah menduga
Dengan niat tulus suci dengan ikhlas Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
*****
Jika langkahku membekas lara, Kataku merangkai dusta; Lakuku menoreh luka; Dari jeritan lubuk bathinku Dengan ketulusan hatiku Komohonkan maaf lahir bathinku
Taqobalallahu minna wa minkum Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434H.
*****
Andai tangan tak kuasa menjabat Setidaknya kata masih dapat terungkap Setulus hati
mengucapkan Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir & batin Ridho Allah dan berkahNya
Menyertai hambanya Yang saling ucapkan maaf Dan memberi maaf Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H Maaf Lahir Bathin.
*****
Ijinkan saya bersajak Untuk LISAN yang tak terJAGA Untuk JANJI yang terABAIKAN Untuk HATI
yang berPRASANGKA Untuk SIKAP yang meNYAKITKAN Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHIN Semoga ALLAH selalu membimbing kita Bersama di jalan yang di RachmatiNYA.
*****
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini Kemenangan akan kita gapai Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT Kami sekeluarga menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H Taqobalallahu minna wa minkum Mohon maaf lahir dan bathin.
*****
Tidak terasa selama 1 bulan penuh kita menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan dan kini kita sudah menginjak hari kemenangan yaitu Idul Fitri atau sering di sebut juga sebagai
Lebaran. Sebelumnya saya selaku admin bersasi mengucapkan selamat hari raya idul fitri
mohon maaf lahir dan batin.
satu tahun tidak terasa
Ramadhan telah kembali mengunjungi kita
semoga yang dilalui dan dilakukan
menjadikan kebaikan di bulan suci ini
Marhaban yaa Ramadhan
mohon maaf lahir dan bathin
Saat berlebih, ingatlah mereka yang dalam kekurangan. Saat gembira ingatlah mereka yang
berduka dan menderita. Dalam ketulusan, mari kita sebarkan senyum, saling memaafkan,
sebagai bukti syukur kita kepadaNya. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. Mohon maaf lahir dan bathin.
Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu
Silahkan kesah, kau bukan takdirku
Mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku,
dan Allah adalah kasihku.
Maafkan segala kesalahan
Manusia tak pernah Luput dari salah dan hilap
karena manusia bukan mahkluk yang sempurna
di bulan yang suci ini mari kita bermaafan
agar tak ada dendam dan rasa dengki marhaban ya ramadhan
mohon maaf lahir batin.
marhaban ya ramadhan….
termenung ku sejenak
mengingat akan keselahanku yang lampau
andai kalian smua ada disini sobat
maafku trucap dari hati yang paling dalam..
maafin ya… smua kesalahanku
aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu
kesalahan dan kekhilafan selalu saja ada di antara kita
terutama aku yang sering ngerepotin kamu
met puasa dan maafkan lahir batin
tiada hari yang paling indah selain hari Ramadhan
jadikanlah diri kita pemenang hingga takbir berkumandang
sambut kemenang dengan hati yang bersih
minal aidin walfaidzin.
11 bln banyak kata sudah di ucapkan
dan dilontarkan tak semua menyejukan
11 bln banyak prilaku yang sudah dibuat
dan diciptakan tak semua menyenangkan
11 bln banyak keluhan, kebencian, kebohongan
menjadi bagian dari diri Mari kita memaafkan, mohon maaf lahir dan batin
Esok adalah harapan sekarang adalah pengalaman kemarin adalah kenangan…yang tak
luput dari ke khilafan mohon maaf lahir dan Batin..Semoga RAMADHAN kali ini lebih baik
dari RAMADHAN tahun lalu..amin….
Ketika hati menjadi bersih, kebahagiaan hadir tanpa beban, tanpa syarat. Setelah sebulan
penuh menahan hawa nafsu dan cobaan, lahirlah hati yang bersih dan suci. Dalam ketulusan,mari kita sebarkan senyum, saling memaafkan, sebagai bukti syukur kita kepada-Nya. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. Mohon maaf lahir dan bathin.
Sepatu baru ada, celana baru ada, baju baru ada, kopiah baru juga ada. Tapi, yang belum
kupunya adalah maaf darimu… Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin…
Hati kadang tak sebening XL. Tak secerah Mentari dan Fren. Aku mohon Simpati-mu untuk
Bebaskan aku dari segala dosa. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin!!!
tak ada kata seindah dzikir
tak ada bulan seindah Ramadhan
ijinkan kedua tangan bersimpuh fikir
tuk memohon maaf atas semua kekhilafan
mohon maaf lahir batin.
Seiring kumandang takbir di 1 Syawal, kumohon maaf darimu. Keikhlasan untuk memaafkan
merupakan sesuatu yang indah. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita. Selamat Idul Fitri, 1434 H. mohon maaf lahir dan bathin. tiada ampunan tanpa maaf dari sesama marhaban ya ramadhan.
Kami yoyon sekeluarga memohon maaf. N Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.